Aceh, panjimas – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pusat membangun 23 unit lokal sementara bagi sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat agar proses belajar mengajar kembali normal.
Penanggungjawab Pembangunan Sekolah Darurat MDMC Dedi di Lubuk Basung, Senin, mengatakan 23 unit lokal sementara itu dibangun di Bancah Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak enam unit, Labuh, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya dua lokasi untuk tujuh unit dan Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan 10 unit.
“Untuk pembangunan di Bancah dan Labuh telah berjalan. Sementara di Kayu Pasak baru selesai pembersihan lokasi,” katanya.
Ia mengatakan enam lokal di Bancah, Nagari Maninjau itu bakal digunakan untuk siswa SDN 09 Bancah.
Sedang di Labuah, Nagari Sungai Batang untuk siswa SDN 14 Labuah enam unit dan TK satu unit.
Di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia untuk MTs Muhammadiyah tiga unit, SMA Muhammadiyah tiga unit, TK dua unit dan Paud dua unit.
“Pengerjaan sudah dimulai satu Minggu lalu dan ditargetkan selesai pada 2 Februari 2026,” katanya.
Ia menambahkan lokal sementara ini dibangun untuk sekolah yang mengalami rusak berat dampak banjir bandang melanda Agam pada akhir November 2025.
Dengan kondisi itu, siswa mengikuti proses belajar mengajar di MDA dan tenda darurat.
Untuk itu, MDMC membangun lokal sementara menggunakan baja ringan, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik.
“Kita juga membangun kelas sementara di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman dan telah selesai 100 persen,” katanya.
Salah seorang guru SDN 09 Bancah Warham Mariski menambahkan proses belajar mengajar 60 siswa dilakukan di MDA tidak jauh dari sekolah semenjak bangunan sekolah rusak akibat banjir bandang.
“Proses belajar mengajar semaksimal mungkin dengan fasilitas yang ada,” katanya.
Ia mengakui proses belajar mengajar dilakukan di MDA akibat sekolah mengalami rusak berat dampak banjir bandang.
Proses belajar mengajar di MDA itu dilakukan sampai lokal sementara selesai dibangun MDMC.
“Kita mengucapkan terima kasih kepada MDMC yang telah membangun lokal sementara,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri menambahkan bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Agam mengakibatkan 67 sekolah mengalami rusak dari seluruh jenjang mulai dari TK, Paud, SD dan SMP.
“Dari 67 sekolah, SDN 09 Bancah dan SDN 14 Labuah Kecamatan Tanjung Raya belajar di MDA dan shalter, akibat kondisi bangunan rusak berat,” katanya.
Sementara MTs Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan belajar di tenda yang telah difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam.
Pembangunan sekolah tersebut telah dimasukkan pada Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dengan dana Rp20 miliar.






