MuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Berharap Bertambahnya Jumlah Guru Besar di PTMA Berdampak pada Kehidupan Masyarakat 

16
×

Muhammadiyah Berharap Bertambahnya Jumlah Guru Besar di PTMA Berdampak pada Kehidupan Masyarakat 

Sebarkan artikel ini

 

Surakarta, panjimas – Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bambang Setiaji apresiasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) yang produktif melahirkan guru besar.

 

Apresiasi itu disampaikan Bambang Setiaji pada (20/1) dalam Upacara Pengukuhan 5 Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Edutorium UMS, Kabupaten Karanganyar.

 

Tak bisa dipungkiri, jumlah guru besar ikut menjadi bahan penilaian untuk mengangkat status akreditasi PTMA. Salah satunya UMS yang terbantu akreditasi kampus karena memiliki guru besar terbanyak di lingkungan kampus Muhammadiyah.

 

Di urutan kedua ada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ketiga Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan keempat adalah Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

 

Bambang berharap, bertambahnya jumlah guru besar selain berdampak kepada akreditasi kampus juga berdampak pada kehidupan masyarakat lebih luas. Khususnya riset guru besar dari fakultas teknik untuk membantu UMKM.

 

Riset dari guru besar diharapkan tidak hanya masuk ke dalam jurnal-jurnal Scopus, yang justru dinikmati oleh orang-orang luar negeri. Tapi riset yang dihasilkan juga harus berdampak pada pengembangan UMKM – maka riset harus kontekstual.

 

“Saya hanya berpesan karena banyak tadi adik-adik para guru besar baru dari fakultas teknik, tolong bantu UMKM kita. 99 persen kita itu industrinya UMKM. Jadi risetnya jangan terlalu tinggi,” kata Bambang.

 

“Mungkin riset-riset mengenai UMKM, teknologi-teknologi murah itu teknologi sederhana. Mungkin risetnya cuma kaya gini, mungkin dianggap tidak menarik. Itu sangat menarik untuk membantu UMKM kita,” imbuhnya.

 

Melihat nilai guna dan peningkatan kualitas industri UMKM dari hasil riset, kata Bambang, maka riset yang dianggap bagus itu adalah yang sulit dan dengan targetan yang muluk-muluk.

 

“Tetapi justru yang sederhana, membantu teknologi pengembangan teknologi UMKM kita ini sangat penting juga,” ungkapnya.

 

Termasuk riset di bidang kesehatan, Bambang berharap bisa memberikan dampak dan kontekstual dengan penyakit-penyakit yang banyak diidap oleh masyarakat. Sehingga pertolongan dapat diberikan dengan cara sederhana dan mudah.

 

Tak lupa juga dengan riset keagamaan, yang diharapkan mampu membangun hidup yang lebih harmono. Agama menjadi pencerah bukan memperkeruh keadaan. Kesadaran umat perlu dibangun untuk membangun kehidupan maju dan unggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *