Jakarta, panjimas – Pengamat sosial, ekonomi dan kemasyarakatan, buya Anwar Abbas mempertanyakan pernyataan tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih mendesak dari penciptaan lapangan kerja seperti disampaikan Menteri PPN/Bappenas.
“Saya rasa pernyataan menteri tersebut ada benarnya tapi itu untuk anak-anak dari keluarga miskin tetapi tidak untuk anak-anak dari keluarga kaya. Jumlah orang miskin di negeri ini menurut data BPS pada Maret 2025, mencapai 23,85 juta jiwa, atau 8,47% dari total penduduk,” ujar Buya Anwar Abbas
Jumlah anak di Indonesia yang perlu diberi makan bergizi menurut pemerintah untuk tahun 2026 sekitar 82,9 juta anak. Jadi jika 10 persen dari anak-anak tersebut yang benar-benar mendesak untuk diberi MBG karena kefakiran dan kemiskinan orang tuanya maka menurut Buya Anwar, berarti anak yang perlu diberi MBG hanya 8,3 juta anak.
Sementara yang 90 persennya masuk kategori tidak mendesak bahkan tidak memerlukan MBG sama sekali karena orang tua mereka sudah. mampu menyediakan makanan bergizi bagi anak-anaknya bahkan bisa jauh lebih bergizi dari yang bisa diberikan oleh pemerintah.
“Oleh karena itu jika total anggaran yang diperlukan sebesar Rp.335 triliun untuk 82,9 juta anak untuk tahun 2026 maka berarti dana yang benar-benar diperlukan untuk mendukung program MBG bagi anak-anak dari keluarga miskin hanya sekitar Rp.33,5 triliun,” tandas Buya Anwar kepada Panjimas, pada Jumat (30/1/26).
Sisanya masih menurut Buya, sekitar Rp. 301,5 triliun bisa dipergunakan untuk pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja terutama bagi mereka-mereka yang masih tergolong kategori miskin.
Jika diandaikan modal yang diperlukan untuk pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja bagi masing-masing orang miskin tersebut sekitar Rp.20 juta maka lapangan kerja baru yang bisa terbentuk sekitar 15.075.000 pelaku usaha.
Jika penduduk miskin di indonesia sekitar 23,85 juta jiwa (data BPS Maret 2025) maka dalam masa 2 tahun dengan mempergunakan dana yang semula diperuntukkan untuk MBG kita sudah bisa melakukan 2 hal.
“Pertama kita akan bisa memberikan MBG kepada anak-anak yang memang benar-benar membutuhkannya. Kedua, kita akan bisa mengentaskan kemiskinan di negeri ini dengan memberdayakan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 15 juta orang pertahun,” ujar Buya lagi.
Jika ini bisa dilakukan maka pada tahun kedua kita tentu akan bisa mengentaskan kemiskinan di negeri ini.
Pada tahun ketiga dan atau keempat pemerintah tidak lagi perlu memberikan makanan bergizi gratis kepada para siswa karena orang tua mereka sudah pada bekerja.
“Dan hasil dari usaha mereka sudah bisa membuat mereka mampu menyediakan dan atau membayar makanan bergizi bagi anak-anaknya,” pungkasnya
