Yogyakarta, panjimas – Hadir memberikan sambutannya dalam pembukaan RAKORNAS II Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat (LDK) PP Muhammadiyah, Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin mengungkap perihal capaian dakwah komunitas yang terus meningkat dan meluas di sepanjang tahun 2024 hingga 2025.
Capaian ini menurutnya merupakan sebuah capaian strategis yang mana dakwah komunitas pada akhirnya dapat terus mengisi ruang-ruang sosial yang minim tersentuh dengan program pembinaan dan pemberdayaan sosial dan keagamaan.
“Secara nasional, kami didukung oleh 1.594 dai aktif yang membina di 933 titik dakwah. Dakwah LDK ini tentu tak hanya menyasar kalangan umum tapi berusaha untuk terus menyentuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), para mualaf, komunitas adat terpencil, eks pecandu narkoba, hingga bercabang ke penguatan peran dai digital Muhammadiyah,” jelas Arifin dalam acara yang digelar Kamis malam, (29/1) di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).
Lebih lanjut, sebagai tuan rumah acara RAKORNAS II LDK PP Muhammadiyah, Masrukhi selaku Rektor UNIMUS, mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi LDK PP Muhammadiyah atas gerakan-gerakan dakwah inklusif yang mampu hadir untuk seluruh kalangan dan membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
“Inilah UNIMUS salah satu kampus dari 164 kampus di bawah persyarikatan Muhammadiyah. Alhamdulillah kepercayaan masyarakat terus meningkat, terlebih saat UNIMUS punya 2 Rumah Sakit yaitu Rumah Sakit UNIMUS, dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut UNIMUS,” ucapnya dengan penuh semangat.
Acara ini mendapatkan apresiasi mendalam dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Menurutnya, pembangunan daerah perlu dilakukan melalui penerapan collaborative government.
“Kita membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi kemasyarakatan yang sudah terbukti bekerja untuk masyarakat. Maka peran LDK Muhammadiyah ini penting, bukan hanya berdakwah dalam pengertian ceramah, namun juga membangun kesadaran, kemandirian, dan daya tahan masyarakat,” tambah Luthfi.
Momentum RAKORNAS II LDK PP Muhammadiyah ini merupakan momentum bersama yang menggandeng seluruh lapisan masyarakat. Upaya-upaya kolaboratif lintas sektor turut diperlukan sebagai upaya perluasan secara masif bagi pergerakan dakwah yang berbasis pemberdayaan komunitas dan kemasyarakatan













