KemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Mendikdasmen: Pendidikan Bermutu harus Dibangun melalui Sekolah Aman, Nyaman dan Berkarakter

19

Jakarta, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pendidikan bermutu harus dibangun melalui sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.

 

Sekolah, menurutnya, tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan keberanian intelektual, ketangguhan spiritual, serta kepekaan sosial peserta didik.

 

Dalam konteks tersebut, Mendikdasmen mengaitkan penguatan pendidikan dengan program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang baru saja dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sekolah dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang pembiasaan nilai-nilai ASRI sejak dini.

 

 

“Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa pembiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta penciptaan ruang kelas yang nyaman dan tidak pengap merupakan bagian dari integrasi sekolah dengan semangat Indonesia yang ASRI.

 

Penegasan tersebut disampaikan Mendikdasmen dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur, yang diisi dengan penguatan nilai-nilai pendidikan dan karakter dalam pengajian akbar bersama sivitas pendidikan dan masyarakat.

 

 

“Sekolah yang aman adalah sekolah di mana anak-anak merasa tenang untuk belajar, berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan,” jelasnya.

 

Keberanian intelektual ini, lanjut Mendikdasmen, penting agar rasa ingin tahu anak-anak tetap tumbuh dan difasilitasi.

 

Ia menambahkan bahwa keamanan spiritual juga menjadi bagian penting dari pendidikan. Peserta didik perlu mendapatkan pendampingan nilai keimanan dan moral secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan sekadar hafalan.

 

 

Selain itu, Mendikdasmen menaruh perhatian pada aspek keamanan sosial di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan bahwa perundungan masih menjadi tantangan yang harus terus ditekan melalui pembangunan budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama.

 

Dalam kunjungan ke SMP–SMA Amanatul Ummah, Mendikdasmen mengapresiasi praktik pembentukan karakter yang diterapkan di lingkungan pendidikan pesantren.

Ia menilai ikrar yang dibacakan secara rutin oleh peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam membangun disiplin dan tanggung jawab.

 

 

“Ikrar yang tadi dibacakan itu luar biasa dan sangat mendukung program kami, terutama terkait larangan merokok. Ini bisa menjadi contoh nasional, sekolah model tingkat nasional di mana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok,” ungkapnya

Exit mobile version