MuhammadiyahNasionalNews

Rakorda JATAM 2026 Resmi Dibuka, Bupati Karanganyar Dorong Muhammadiyah Jadi Motor Penggerak Pertanian

59

Karanganyar, panjimas — Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran petani sebagai subjek utama pembangunan pertanian di Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Karanganyar, Sabtu (7/2/2026), ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam mendorong kemandirian dan keberlanjutan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

 

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menilai Jamaah Tani Muhammadiyah memiliki potensi besar sebagai kekuatan sosial-ekonomi berbasis komunitas. Dengan jaringan yang mengakar hingga tingkat bawah, JATAM dinilai mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pertanian, mulai dari produktivitas, adopsi teknologi, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

 

Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., yang membuka Rakorda tersebut, menyampaikan apresiasi atas peran Muhammadiyah dalam pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian. Ia menekankan bahwa gerakan Jamaah Tani Muhammadiyah akan berdampak signifikan apabila dikelola secara kolektif dan berkesinambungan.

 

 

“Keberadaan Jamaah Tani Muhammadiyah ini sangat potensial. Jika benar-benar dijalankan sebagai gerakan bersama di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan, maka manfaat Muhammadiyah akan semakin dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati.

 

Menurutnya, Pemkab Karanganyar siap mendukung program-program JATAM yang selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Ia juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di kalangan petani, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

 

 

Salah satu terobosan yang disampaikan Bupati adalah gagasan pemberian penghargaan atau lomba bagi petani berprestasi. Langkah ini dinilai dapat menjadi media berbagi praktik terbaik, baik dalam teknik budidaya, pengelolaan lahan, maupun peningkatan hasil panen.

 

Lebih lanjut, Bupati berharap JATAM mampu menjadi contoh bagi petani di lingkungan sekitarnya, sehingga dampak gerakan ini tidak hanya dirasakan oleh internal Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat luas.

 

Rakorda JATAM 2026 dihadiri berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM Jawa Tengah Ir. Fatchur Rochman, Ketua PDM Karanganyar Muhammad Arif, S.Ag., M.Pd., Penasehat MPM Lingkungan Hidup PDM Karanganyar Ir. Siti Maisyaroch, M.Si., serta Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar Dr. Feriana Dwi Kurniawati, S.P., M.Si.

 

Ketua Panitia Rakorda JATAM 2026, Ibnu Khalid, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat konsolidasi Jamaah Tani Muhammadiyah di Karanganyar. Ia mengakui bahwa JATAM telah lama ada, namun perannya belum sepenuhnya optimal di tengah kompleksnya persoalan pertanian dan peternakan.

 

“Rakorda ini kami rancang sebagai ruang temu dan diskusi bersama, untuk menyamakan persepsi serta merumuskan langkah strategis yang bisa dijalankan secara kolektif,” ujar Ibnu Khalid.

 

Ia berharap Rakorda ini menjadi titik awal penguatan JATAM sebagai wadah pemberdayaan petani yang berorientasi pada kemandirian ekonomi sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Exit mobile version