BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Rektor UMS Luncurkan “One Ramadan”: Ajak Mahasiswa Fokus 50 Persen Plus Satu untuk Ibadah

51
×

Rektor UMS Luncurkan “One Ramadan”: Ajak Mahasiswa Fokus 50 Persen Plus Satu untuk Ibadah

Sebarkan artikel ini

Surakarta, panjimas – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi memulai rangkaian kegiatan spiritual tahunannya melalui Grand Opening Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447H. Acara yang dirangkaikan dengan salat tarawih berjamaah dan kajian akbar ini berlangsung khidmat di Masjid Sudalmiyah Rais, Selasa (17/2).

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam kajian perdananya memperkenalkan konsep menarik bertajuk “One Ramadan”. Melalui tema “Muda Berdaya dan Berdampak”, ia mengajak seluruh civitas academica untuk meraih derajat ketakwaan dengan komitmen yang totalitas

Prof. Harun menekankan pentingnya menjaga tawazun atau keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Namun, khusus di bulan suci ini, ia meminta mahasiswa untuk memberikan porsi lebih pada spiritualitas

“Fokuskan hati untuk Ramadan. Bukan sekadar 50 persen, tetapi 50 persen plus satu kita harus benar-benar fokus ke Ramadan,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa

lanjut, Rektor mengajak mahasiswa memanfaatkan Ramadan sebagai momentum untuk membersihkan pikiran. Ia menekankan transisi dari energi negatif menjadi positif, serta mengubah sikap suuzan (prasangka buruk) menjadi husnuzan (prasangka baik)

Menurutnya, langkah awal perubahan karakter dimulai dari penyucian qalbu atau hati. “Setiap amal harus disertai keikhlasan agar tidak menjadi mubazir. Ketulisan itu didasarkan semata-mata fisabilillah. Setiap kebaikan yang kita tanam pasti akan dicatat dan dikembalikan oleh Allah,” jelas Prof. Harun

Mendefinisikan arti “berdampak”, Prof. Harun menjelaskan bahwa sebuah kebaikan harus bersifat berkelanjutan (sustainable). Ia mencontohkan konsistensi dalam ibadah tarawih sebagai bentuk latihan untuk terus menebar manfaat yang luas bagi masyarakat

“Berkelanjutan saja tidak cukup, harus ada manfaatnya. Saya berharap mahasiswa UMS tidak hanya berdaya secara intelektual, tetapi juga memberi dampak nyata yang terus mengalir bagi lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.

Dengan dibukanya GKR 1447H, Masjid Sudalmiyah Rais dipastikan akan menjadi pusat syiar dan edukasi Islam yang mencerahkan bagi seluruh warga kampus sepanjang bulan suci ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *