BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Kontribusi Muhammadiyah Jatim Besar, Dukungan Pemerintah Harus Lebih Proporsional

46

Jember, panjimas — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., melaporkan besarnya partisipasi dan kontribusi Muhammadiyah kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam Kajian Ramadan 1447/2026 PWM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Sabtu (21/2/2026).

Dalam sambutannya menjelang berbuka puasa, Sukadiono menyebut kegiatan Kajian Ramadan di Unmuh Jember dihadiri sekitar 1.500 peserta.

“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Rektor Unmuh Jember, jumlah peserta yang hadir sekitar 1.500 orang,” ujarnya.

Ia kemudian memaparkan kekuatan amal usaha Muhammadiyah di Jawa Timur yang tersebar di berbagai sektor. Pada bidang pendidikan formal, Muhammadiyah mengelola 1.543 PAUD dan TK, 522 SD/MI, 291 SMP/MTs, serta 222 SMA/MA/SMK.

Selain itu, terdapat 24 perguruan tinggi Muhammadiyah yang terdiri atas delapan universitas, lima institut, dan 11 sekolah tinggi.

Di sektor pendidikan nonformal, Muhammadiyah mengelola 361 TPA/TPQ, tiga madrasah diniyah, dan 122 pondok pesantren, dengan total 486 lembaga. Sementara pada bidang kesehatan, terdapat 34 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Timur serta 50 klinik.

Adapun di bidang sosial, Muhammadiyah memiliki 151 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Pada bidang keagamaan, tercatat 1.556 masjid Muhammadiyah dan 521 musala Muhammadiyah.

Menurut Sukadiono, pemaparan data tersebut sengaja ia sampaikan kepada Wakil Gubernur karena, berdasarkan penelitian Litbang Kompas, Muhammadiyah memberikan kontribusi kepada pemerintah hingga 91 persen melalui berbagai amal usaha tersebut.

Namun, ia menyampaikan keprihatinan karena kontribusi besar itu dinilai belum sepenuhnya memperoleh perhatian proporsional dari pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

“Mohon maaf, kontribusi ini kadang-kadang tidak terlalu menjadi perhatian pemerintah, terutama pemerintah daerah Jawa Timur. Dengan kontribusi sebesar ini, kalau hibah untuk ormas Muhammadiyah hanya satu miliar rupiah, rasanya kok kebangeten,” tuturnya

Ia berharap pesan tersebut dapat diteruskan kepada Gubernur Jawa Timur. Menurutnya, meskipun secara kuantitas Muhammadiyah mungkin kalah dibandingkan organisasi kemasyarakatan lain, dari sisi kualitas Muhammadiyah tidak kalah.

“Bukan kami meminta, tetapi barangkali bisa lebih proporsional. Mohon hal ini dapat disampaikan kepada Ibu Gubernur,” ujarnya

Exit mobile version