Jakarta, panjimas— Peran Muhammadiyah di kancah global kian mendapat perhatian. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa dunia internasional kini semakin membutuhkan kontribusi Muhammadiyah.
Pernyataan itu disampaikan dalam Kajian Ramadan 1447/2026 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Gedung Ahmad Zaenuri Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Ahad (22/2/2026).
Baca juga: Prof. Syafiq Mughni: Spiritualitas Islam Harus Menyentuh Alam dan Satwa
Memasuki hari kedua pelaksanaan, forum tersebut menghadirkan Prof. Syafiq sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menyoroti perkembangan internasionalisasi Muhammadiyah yang dinilai semakin efektif dan diakui berbagai pihak.
“Ini bukan bualan, tapi realitas, karena internasionalisasi Muhammadiyah yang kita pandang cukup efektif,” ujarnya.
Syafiq menjelaskan, jaringan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara bersama sejumlah lembaga di luar negeri telah menjalin kerja sama lintas bidang, termasuk pendidikan internasional.
Peran Global Aisyiyah
Tak hanya itu, Muhammadiyah dan Aisyiyah juga terlibat aktif dalam program perdamaian dunia, di antaranya di Filipina. Beragam program kemanusiaan juga dijalankan untuk Palestina, mulai dari pemberian beasiswa, tanggap darurat, hingga penguatan mental generasi muda Palestina.
“Program-program akademik yang sedang dijalin dengan Al-Quds University, kita sudah punya Palestine Center di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,” terangnya.
Menurutnya, kiprah tersebut membuat Muhammadiyah semakin dikenal secara global. Hal itu terlihat dari meningkatnya kunjungan berbagai pihak internasional.
“Banyak tamu berdatangan, duta besar negara asing, menteri-menteri dari luar negeri, baik lembaga bilateral maupun multilateral, menjadikan Muhammadiyah sebagai kunjungan yang dianggap penting,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebutuhan dunia internasional terhadap Muhammadiyah hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang mengajak kolaborasi setara sebagai mitra strategis, menawarkan hibah program, hingga sekadar ingin mengenal lebih jauh profil dan program Muhammadiyah.
Bahkan, permintaan bantuan konkret juga terus berdatangan.
“Ada yang minta dibuatkan sumur di belahan Afrika, masjid, sekolah, bahkan minta dibuatkan universitas dan lain-lain, sampai kewalahan,” ujarnya sambil tersenyum
Dengan luasnya aktivitas tersebut, Syafiq menyebut Muhammadiyah kini termasuk organisasi keagamaan terkaya keempat di dunia. Ia juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah menjadi satu-satunya lembaga yang diakui oleh WHO.
Menutup paparannya, Syafiq berharap pemerintah dapat semakin memperkuat peran global Indonesia.
“Mudah-mudahan pemerintah bisa segera menyaingi Muhammadiyah, karena dakwah kita bukan lagi dalam tahap dakwah di Indonesia,” ujarnya
