Jakarta, panjimas – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) resmi meluncurkan ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) 2026–2030 di Jakarta.
Peluncuran ini menandai komitmen kolektif sebelas negara di kawasan Asia Tenggara untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan berkualitas sejak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang tangguh.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penyusunan peta jalan ini mencerminkan semangat kolaborasi regional dalam memajukan pendidikan anak usia dini.
“Penyusunan dokumen ini mencerminkan visi bersama dan tanggung jawab kolektif kita untuk memajukan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di kawasan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4/24).
Ia menjelaskan bahwa Deklarasi ASEAN tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang disusun di Jakarta pada 2023 menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen regional. Deklarasi tersebut bertujuan memperluas akses, meningkatkan partisipasi, serta mendorong layanan anak usia dini yang terintegrasi dengan kesehatan, gizi, dan perlindungan anak.
“Berdasarkan komitmen bersama tersebut, pengembangan Joint Roadmap ini merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan aspirasi kita ke dalam aksi yang terkoordinasi dan terukur,” jelasnya.
Sebagai instrumen strategis, Joint Roadmap ini memandu pengembangan layanan PAUD di Asia Tenggara melalui tujuh prioritas utama, yaitu: perluasan akses yang berkeadilan; peningkatan kualitas program dan pengalaman belajar; penguatan pendidik dan tenaga kependidikan; peningkatan tata kelola serta kolaborasi lintas sektor; pemberdayaan keluarga dan masyarakat; pemanfaatan inovasi digital; serta pembiayaan yang berkelanjutan.
Prioritas tersebut selaras dengan berbagai upaya nasional di negara-negara anggota, termasuk Indonesia, terutama dalam menjangkau anak-anak di wilayah tertinggal dan rentan serta menghadirkan layanan yang terintegrasi.
Mendikdasmen juga mengajak seluruh negara anggota untuk menjadikan peta jalan ini sebagai acuan utama dalam perencanaan dan implementasi program PAUD di kawasan. “Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh negara anggota untuk memperkuat pemahaman bersama dan mempertegas langkah kolektif dalam memajukan PAUD di kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.
Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, memberikan sambutan pada peluncuran ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap ECCE 2026–2030 di Jakarta, 10 April 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menekankan bahwa Joint Roadmap merupakan dokumen teknis sekaligus strategis yang mendukung implementasi Deklarasi ASEAN tentang PAUD.
“Peluncuran ini mempertemukan para pemimpin dan mitra yang memiliki visi yang sama, yaitu memberikan awal kehidupan terbaik bagi setiap anak di kawasan Asia Tenggara,” ungkapnya.
Sementara itu, Director of SEAMEO Secretariat, Datuk Dr. Habibah Abdul Rahim, menegaskan pentingnya investasi pada pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
Ia menyatakan bahwa akses terhadap layanan PAUD yang berkualitas berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar, mengurangi kesenjangan, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
“Jika kita serius meningkatkan hasil pembelajaran, maka kita harus berinvestasi pada usia dini,” ujarnya.
Menurutnya, inti dari Joint Roadmap ini adalah anak-anak yang berhak memperoleh awal kehidupan yang kuat, kesempatan yang setara, serta dukungan untuk mencapai potensi terbaik mereka. Keberhasilan implementasi peta jalan ini diyakini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membentuk masa depan Asia Tenggara yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Joint Roadmap ini merupakan hasil kerja kolektif antara Kemendikdasmen, ASEAN, dan SEAMEO Secretariat, serta berbagai mitra pembangunan seperti SEAMEO CECCEP, Tanoto Foundation, Unesco, ARNEC, Unixef EAPRO, Unicef Jakarta, dan Koalisi PAUD HI.
Dengan peluncuran ini, negara-negara di Asia Tenggara kini memiliki arah strategis yang sama dalam mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini hingga tahun 2030, sebagai bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing global













