BeritaBPJPHNasionalNews

BPJPH Dukung Sensus Ekonomi 2026, Babe Haikal : Perkuat Sinergi Data untuk Pengembangan Ekosistem Halal 

13
×

BPJPH Dukung Sensus Ekonomi 2026, Babe Haikal : Perkuat Sinergi Data untuk Pengembangan Ekosistem Halal 

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data nasional yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya dalam pertukaran dan pemutakhiran data yang relevan dengan pengembangan ekosistem halal nasional.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan bahwa pengelolaan data yang terintegrasi menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, termasuk dalam mendukung implementasi kewajiban sertifikasi halal yang semakin luas.

“Kita turut serta dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Kami juga terus bersinergi dengan BPS, termasuk saling mengupdate, saling bertukar, dan memperbaharui data, agar kebijakan yang dihasilkan semakin akurat dan berdampak bagi pengembangan ekosistem halal.” ujar Ahmad Haikal Hasan saat menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, Kepala BPJPH yang akrab disapa Babe Haikal, mengatakan bahwa momentum sensus merupakan peluang strategis untuk memperkuat pemetaan pelaku usaha halal di Indonesia. Sebagai bagian dari dukungan konkret, pihaknya akan mengerahkan sekitar seratus duapuluh empat ribu orang pendamping PPH untuk berperan membantu proses pemutakhiran data di lapangan.

“Ini adalah upaya bersama untuk mencari peluang terbaik bagi kemajuan ekonomi negara,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan apresiasi atas kolaborasi dengan BPJPH yang selama ini telah terjalin dengan baik dan terus diperkuat.

“Kerja sama ini sejatinya telah berlangsung dari tahun lalu. Dan hari ini kami berkunjung ke kantor beliau. Kami melihat langsung fasilitas laboratorium dengan peralatan yang sangat modern dan mutakhir.” ungkap Amalia Adininggar.

” Ini menjadi bukti keseriusan dalam membangun sistem yang efisien dan berbasis teknologi. Dan tentunya ini menjadi salah satu bukti keberhasilan BPJPH di bawah kepemimpinan Babe Haikal untuk menjadi Badan yang super strategis.” sambungnya.

Amalia Adininggar menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 direncanakan berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus 2026, dengan cakupan nasional yang melibatkan berbagai sektor usaha. “Pemutakhiran data akan terus dilakukan secara berkala, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah, termasuk di tingkat OPD dan minimal di 30 kota,” jelasnya.

Kepala BPS mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi penting dalam pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *