BeritaCitizenNasionalNewsOpini

E.F. SCHUMACHER dan Keinginannya Membuat Sistem Ekonomi yang Menjadikan Lingkungan Sehat, Indah dan Lestari

24

E.F. Schumacher adalah seorang ahli ekonomi berkebangsaan Jerman. Sesudah perang dunia kedua sampai tahun 1971 dia menjadi penasihat ekonomi British Control Comission di Jerman. Dia menulis sebuah buku yang sangat terkenal berjudul Small is Beautiful yaitu sebuah buku yang banyak bercerita tentang ekonomi rakyat kecil.

Mengapa dia tertarik dengan ekonomi rakyat kecil ? karena menurutnya ukuran besar itu tidak baik dan merupakan kutukan. Tidak peduli apakah yang besar itu birokrasi pemerintahan atau swasta karena dari yang serba besar itulah menurut Schumacher akan timbul sikap tak peduli kepada pribadi sehingga mereka tidak lagi mempertimbangkan sisi-sisi yang terkait dengan perasaan.

Dalam hal seperti itu kata Schumacher yang lebih mengemuka adalah hawa nafsu dan keinginan untuk memusatkan kekuasaan pada satu tangan. Oleh karena itu kata Schumacher jika kita ingin melihat keindahan maka itu akan bisa kita dapatkan dalam sesuatu yang kecil karena disitulah kita akan bisa menemukan kebebasan, efisiensi, kreatifitas, daya cipta, kenikmatan dan kelestarian. Itulah sebabnya sebagai seorang ahli ekonomi Schumacher tidak tertarik dengan penanaman modal dan produksi besar-besaran dan juga dia tidak tertarik dengan perencanaan pembangunan yang terpusat dan penggunaan teknologi maju. Schumacher lebih tertarik dengan cara Gandhi yang bertolak dari pedesaan. Gandhi lewat sikap dan tindakannya selalu berusaha untuk memperkaya cara hidup tradisional dengan mengembangkan kerajinan tangan dan kegiatan produksi padat karya. Menurut Schumacher yang perlu dikembangkan bukanlah ekonomi yang serba terpusat tapi ekonomi negara yang didasarkan pada desentralisasi walaupun hal tersebut disadari Schumacher akan memperlambat pertumbuhan kota dan industri.

Schumacher sadar betul ilmu ekonomi yang dimiliki Gandhi berbeda dengan ilmu ekonomi pada umumnya. Tetapi kata Schumacher pandangan ekonomi Gandhi merupakan hasil pemikiran seorang manusia yang arif yang menekankan sikap hidup sederhana dan hemat serta berusaha melakukan perubahan secara berangsur-angsur karena menurutnya mengejar kemajuan dengan cara melakukan perubahan sosial secara besar-besaran hanya akan membinasakan moral rakyat dan akan membuat mereka menjadi tak berdaya serta akan tergantung pada orang-orang kaya dan para ahli yang jumlahnya hanya segelintir saja. Jadi Gandhi kata Schumacher ingin mengembangkan ekonomi yang dimulai oleh dan dari rakyat kecil dan ditujukan untuk kepentingan mengangkat harkat dan martabat mereka. Cara pandang inilah kata Schumacher yang tidak difahami oleh cendekiawan kota.

Mereka tidak faham tentang kehidupan desa. Mereka melihat tanah sebagai salah satu faktor produksi sehingga dunia pertanian yang ada selama ini di tangan rakyat kecil ingin mereka robah menjadi industri pertanian yang berpenghasilan tinggi.

Akibatnya penduduk tersingkir dan pergi meninggalkan desanya untuk pindah ke kota sehingga kota akhirnya menjadi tempat tinggal yang padat dan terjadilah krisis sosial dan kemacetan yang hebat.

Dan yang lebih parah lagi menurut Schumacher untuk mendapatkan keuntungan yang besar mereka tidak segan-segan mengabaikan dan memutar balikkan kualitas kehidupan yang tak dapat diukur terutama apa yang disebut oleh Schumacher sebagai trimurti yaitu sehat, indah dan lestari.

Biang dari itu semua menurut Schumacher adalah ilmu ekonomi karena para ahlinya ingin menjadikan ilmu ekonomi sebagai science yang serba ilmiah dan pasti seperti dalam ilmu alam sehingga antara atom yang tak berakal budi dan manusia yang diciptakan Tuhan seakan-akan tidak ada perbedaannya sama sekali.

Cara pandang seperti itu menurut Schumacher jelas sangat berbahaya sebab apabila ruang spiritual yang ada pada kita tidak diisi dengan dorongan yang lebih tinggi, maka pastilah ruang itu akan penuh diisi oleh sesuatu yang lebih rendah berupa sikap yang kerdil, keji dan kikir yang ditutup-tutupi dengan kalkulus ekonomi.

Itulah sebabnya MT. Zein dalam pengantar buku tersebut mengatakan kita butuh ilmu ekonomi yang bertujuan mendidik dan meningkatkan pribadi rakyat karena ilmu ekonomi tersebut kata MT Zein bukan hanya ilmu yang akan mengukur tingkah laku dan nafsu mereka yang rendah tapi juga lainnya.

Dan bangsa kita menurut saya sudah punya ilmu dan sistem ekonomi yang dimaksud meskipun kita belum bisa mengembangkannya dengan baik yaitu ilmu dan sistem ekonomi Pancasila yang telah mengatur dengan baik hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa dan juga dengan sesama manusia, dengan diri sendiri serta dengan lingkungan yang merupakan tempat hidup kita bersama.

Saya yakin bila kita bisa mengimplementasikan ilmu dan sistem ekonomi Pancasila yang kita miliki tersebut dengan sebaik-baiknya maka negeri ini tentu akan bisa menjadi negeri yang dirindukan Schumacher yaitu sehat, indah dan lestari bahkan bisa lebih dari itu.

Anwar Abbas

Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.

Exit mobile version