BeritaKemenagNasionalNews

Peta Jalan Serap Praktik Baik Pesantren Berdayakan Ekonomi Umat

7

Jakarta panjimas  — Kementerian Agama masih terus mematangkan Peta Jalan Pesantren sebagai cetak biru kebijakan dan arah program Direktorat Jenderal Pesantren. Ini merupakan struktur baru di Kementerian Agama yang akan menguatkan tugas pesantren tidak hanya pada aspek pendidikan, tapi juga dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

Sekjen Kementerian Agama Kamaruddin Amin mendorong agar Peta Jalan Pesantren yang sedang disusun mencakup langkah yang perlu diambil Kemenag dalam menguatkan inkubasi bisnis dan peran pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat. Menurut Kamaruddin, jaringan santri yang luas beserta para alumni dipandang sebagai modal sosial dan finansial yang luar biasa jika dikelola dengan profesional.

“Kementerian akan memfasilitasi agar bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi diarahkan pada model pemberdayaan. Jaringan alumni dan keluarga santri adalah sumber daya produktif. Jika kita jahit semua praktek baik dan pengalaman panjang pesantren di sini, ini akan menjadi kekuatan besar untuk pemberdayaan masyarakat ke depan,” ujar Kamaruddi Amin di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Sekjen meminta para peserta penyusunan peta jalan untuk mengintegrasikan berbagai pengalaman sukses yang sudah dijalankan oleh beberapa pesantren di Indonesia. Ia berharap peta jalan ini menjadi panduan konkret bagi pesantren dalam menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

“Saya yakin teman-teman punya konsep dan praktik baik di lapangan. Mari kita satukan di sini menjadi sesuatu yang substansial bagi masa depan pesantren Indonesia,” pungkas Sekjen.

Rapat Penyusunan Peta Jalan Pesantren dihadiri oleh Direktur PD Pontren Basnang Said, Penasihat Menteri Agama Alyssa Wachid, serta tokoh Pesantren dari seluruh Indonesia

Exit mobile version