Jakarta, panjimas – Silaturrahmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) yang dipimpin Ketum MUI DIY Prof Dr KH Machasin MA yang diterima langsung Sekjen MUI, buya Amirsyah Tambunan di Jakarta.
Ketua MUI DIY menyampaikan perlunya digagas sebuah seminar nasional atau lokakarya sebagai wadah pertemuan antara para ahli untuk membahas masalah strategis praktis atau bidang keahlian tertentu dengan melibatkan praktik langsung (hands-on) untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah.
Kegiatan pertemuan antara Sekjen MUI dengan pengurus MUI DIY itu dilaksanakan di Toko Daging Nusantara Jl. Prof. DR. Soepomo No.176A, RT.1/RW.15, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan pada hari Sabtu, (9/5/26).
Lebih lanjut Sekjen MUI, Buya Amirsyah menegaskan penguatan trilogi ukhuwah sebagai kunci utama kekuatan umat dan bangsa. Trilogi ukhuwah tersebut; Pertama, persaudaraan sesama umat Islam (ukhawah Islamiyah); Kedua, persaudaraan sesama manusia (ukhuwah insaniyah); Ketiga, persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathaniyah) dengan motto : bersatu dalam ushuliyah, toleransi dalam khilafiyah.
MUI Simbol Ukhuwah Secara Kelembagaan
Sebelum berdirinya MUI, banyak masyarakat yang mempertanyakan bagaimana mungkin ukhuwah akan terwujud di tengah ananiyah, hisbiyah serta organisasi kemasyarakatan lainnya seperti NU, Muhammadiyah.
“Maka secara lugas saya menjawab bahwa ketika MUI di dirikan pada 26 Juli 1975 saat itu Menteri Agama Prof. Mukti Ali menyampaikan bahwa dengan kehadiran MUI maka “terkuburlah” semua perdebatan khilafiyah di masyarakat yang berpotensi menimbulkan perpecahan,” ujar Buya Amirsyah Tambunan.
Oleh karena itu kekuatan ukhuwah melalui simbol kelembagaan MUI dan di kawal melalui substansi ukhuwah “bersatu dalam ushuliyah” maka dapat mencegah perpecahan dikalangan umat dan bangsa karena saat ini ditengarai ada pihak ingin memecah belah umat di tengah kondisi ketidakpastian geo politik global.
“Tugas kita merajut ukhuwah dengan bertoleransi (tasamuh) dalam khilafiyah untuk memperkuat persaudaraan (ukhuwah) sebagai pondasi penguatan ekonomi, politik penegakan hukum merupakan tanggung jawab semua pihak,” tandasnya.
MUI terus berupaya untuk memperkuat ukhuwah melalui dialog, muzakarah baik melalui lintas ormas, lembaga pendiikan, pesantren. Senada dengan itu Ketum MUI yang juga Guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr KH Machasin MA mengatakan MUI terus melakukan pembinaan ukhuwah disaat muncul aliran dan paham menyimpang yang akan mengganggu ukhuwah.
Karena itu MUI mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pembinaan agar ukhuwah umat menjadi kekuatan bangsa. Acara itu sendiri dipandu oleh Wakil Sekjen MUI, Syamsul Qomar yang juga Sekjend KAHMI Pusat.
Silaturahmi (atau silaturahim) adalah kegiatan menyambung atau mempererat tali persaudaraan, kekeluargaan, dan persahabatan. Asal kata shila (menyambung) dan rahim/rahmi (kasih sayang/rahim), maknanya adalah menjalin hubungan baik dengan keluarga, kerabat, atau sesama manusia.
Dalam waktu dekat akan di gelar kongres umat Islam VIII dengan acara pra kongres melalui Silaturtahmi Nasional oleh Komisi Ukhuwah MUI yang juga menggagas pentingnya menetapkan hari ukhuwah.
Hadir dalam pertemuan itu, Ketum MUI DIY, Prof. Dr. KH. Machasin, MA, – Sekum MUI DIY diwakili oleh Bapak Drs. KH. Syaifudin Jufri selaku ketua Komisi Dakwah MUI DIY, Ketua Bidang Ukhuwah dan Kerukunan MUI DIY, Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA, – Ketua Komisi Ukhuwah dan Kerukunan MUI DIY Drs. Antoni Hidayat, M.Pd.- dan 5 orang lainnya sekretaris dan anggota komisi ukhuwah dan Kerukunan MUI DIY.
