BeritaMUINasionalNews

Standarisasi Dai MUI, Sekjen Buya Amirsyah : Membangun Desa, Membangun Pradaban

313

Jakarta, panjimas – Desa merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban, mengingat desa merupakan akar dari ketahanan pangan, pelestarian budaya, dan pilar penopang perekonomian bangsa.

Demikian disampaikan Dr.Amirsyah Tambunan selaku Sekjen MUI saat memberikan pembekalan standarisasi dai sejumlah 80 an orang angkatan ke 48 di Menara Bank Syariah Indonesia (BSI) Jakarta, pada hari Senin (8/6/26).

Membangun desa, membangun bangsa sejalan dengan Visi MUI terciptanya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang baik, mendapat Ridha dan Ampunan Allah Swt (Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur), menuju masyarakat yang berkualitas (Khaira Ummah) demi terwujudnya kejayaan Islam dan kaum Muslimin (Izzul Islam wal-Muslimin) dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut buya Amirsyah panggilan akrab Sekjen MUI menegaskan bahwa memajukan peradaban dari tingkat desa membutuhkan pendekatan terpadu yang menyeluruh.

Gerakan ini berpusat pada empat pilar utama; pertama, penguatan ekonomi berkelanjutan; kedua, mendorong pengembangan potensi lokal melalui digitalisasi UMKM; ketiga, pengembangan sektor unggulan seperti ekowisata agar perputaran uang terjadi secara merata dari desa hingga ke daerah, keempat, Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

“Oleh karena itu para dai harus mampu membuka akses pendidikan dan literasi masyarakat sebagai media dakwah agar di desa siap melakukan regenerasi profesi seperti menjadikan pertanian bisnis dan bersaing di era media infrastruktur & teknologi,” ujar Buya Amirsyah.

Salah satu tugas dai menjadikan teknologi informasi sebagai media dakwah. Desa punya modal sosial berupa kearifan lokal seperti; pertama, menjaga nilai gotong royong; kedua, menjaga lingkungan hidup, dan kebudayaan sebagai identitas yang membedakan peradaban desa dengan kehidupan perkotaan.

Sejumlah tokoh sukses yang berasal dari desa harus berupaya melakulan evaluasi kemajuan desa secara nasional. Mencegah agar kemiskinan dan keterbelakangan desa dapat di lakukan para dai.

“Ketika dai udah sukses di kota harus berpikir dan bertindak untuk memajukan desa sehingga desa maju bangsa bermartabat,” pungkasnya.

Exit mobile version