BaznasBeritaNasionalNews

Perkuat Tata Kelola ZIS, BAZNAS RI Konsisten Terapkan Sistem Manajemen Mutu Berstandar Internasional

16

Jakarta, panjimas – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menyempurnakan sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui penerapan Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 secara konsisten di seluruh unit BAZNAS di Indonesia.

 

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga profesionalitas lembaga, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan BAZNAS RI.

 

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Refreshment Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., dan Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Konsultan ISO BAZNAS Ir. Boby IM Sibarani, Kepala Divisi Sistem dan Prosedur BAZNAS RI Resti Vurwarin, S.E., Ak., serta para kepala divisi dan kepala bagian dari seluruh unit kerja BAZNAS RI.

 

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, penerapan standar ISO di seluruh unit kerja BAZNAS tidak hanya berfungsi untuk menjamin kualitas layanan, tetapi juga mendorong efisiensi dalam tata kelola organisasi. Dengan demikian, peningkatan mutu dapat berjalan beriringan dengan penguatan efektivitas dan efisiensi kerja.

 

“Kita harus bertumpu pada mutu dan pada kualitas. Karena saat ini orientasi masyarakat adalah pada kualitas layanan yang diberikan,” ujar Sodik.

 

Sodik menilai, penerapan standar mutu juga perlu diperluas ke berbagai unit layanan dan program pemberdayaan BAZNAS. Menurutnya, setiap sektor memiliki standar yang harus dipenuhi untuk memastikan kualitas layanan yang optimal, baik di bidang kesehatan, pertanian, peternakan, maupun sektor lainnya.

 

Sodik menyampaikan, saat ini BAZNAS menerapkan ISO 9001:2015 sebagai kerangka utama sistem manajemen mutu. Namun, ke depan BAZNAS perlu mengembangkan penerapan standar mutu lainnya yang relevan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program dan layanan di berbagai unit kerja, termasuk program-program pemberdayaan mustahik.

 

“Dengan mutu yang baik dan efisiensi yang semakin meningkat, Insyaallah para muzaki dan para donatur akan semakin percaya dan semakin puas terhadap kinerja yang kita (BAZNAS) lakukan,” ujar Sodik.

 

Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., menegaskan, BAZNAS sebagai lembaga utama pengelolaan zakat nasional terus berkomitmen melakukan penyempurnaan sistem secara berkelanjutan guna menghadirkan layanan yang semakin profesional, akuntabel dan berkualitas.

 

“Perlu kita ingat kembali bahwa komitmen ini bukanlah hal baru. Ini merupakan kelanjutan yang secara konsisten kita lakukan sejak tahun 2010,” ujar Zainut.

 

Zainut menyampaikan, selain penerapan standar internasional, yakni Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, BAZNAS turut menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 di seluruh lini kerja organisasi.

 

Lebih lanjut, Zainut mengatakan implementasi kedua standar tersebut diperkuat oleh berbagai regulasi, mulai dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2011, hingga Keputusan Sestama BAZNAS RI Nomor 009 Tahun 2025 tentang Penetapan Pengendali Dokumen Sistem Manajemen ISO 9001 dan ISO 37001 pada unit kerja BAZNAS.

 

Ia menilai, sistem manajemen mutu ISO menjadi instrumen penting dalam memastikan seluruh proses kerja organisasi berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.

 

“Tujuannya tidak lain untuk memastikan bahwa produk atau layanan zakat, infak, dan sedekah serta dana sosial keagamaan lain yang diamanahkan kepada BAZNAS mampu memenuhi persyaratan mutu muzaki dan mustahik serta patuh pada regulasi yang menjadi acuan kita bersama,” jelas Zainut.

 

Zainut berharap, kegiatan penyegaran sistem manajemen mutu dapat menjadi momentum bagi seluruh insan BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat budaya kerja yang profesional.

 

Sementara itu, Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H., mengatakan, penerapan ISO menjadi bagian penting dalam menjaga tata kelola organisasi agar tetap berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

 

“Alhamdulillah memang kita tiap tahun selalu mendapat sertifikasi ISO. Namun tujuan kami bukan sekadar memperoleh sertifikat, melainkan memperbaiki tata kelola dan juga mendorong berbagai perbaikan di tiap lini kerja sehingga BAZNAS semakin profesional dan semakin dipercaya oleh umat,” ujar Ahmad Hambali.

Exit mobile version