BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Perkuat Ideologi Muhamadiyah, MPKSDI PDM Jakarta Utara Gelar Sarasehan Manhaj Tarjih Muhammadiyah

13
×

Perkuat Ideologi Muhamadiyah, MPKSDI PDM Jakarta Utara Gelar Sarasehan Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta Utara, panjimas – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Utara kembali menggelar Sarasehan dan Penguatan Ideologi Muhammadiyah dengan mengangkat tema “Pemahaman dan Pengamalan Manhaj Tarjih Muhammadiyah”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Lobby Convention Hall Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara, dan diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas unsur Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), serta Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) se-Jakarta Utara.

 

Kegiatan tersebut menjadi forum sarasehan dan dialog ideologis yang bertujuan memperkuat pemahaman dan pengamalan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan sinergi dan peran strategis Aisyiyah dalam mengokohkan gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan di tingkat daerah, cabang, hingga ranting.

 

Ketua MPKSDI PDM Jakarta Utara, Ustadz Arief Rahman Hakim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan ideologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses kaderisasi di Muhammadiyah. Menurutnya, Jakarta Islamic Centre memiliki visi sebagai simpul umat yang sejalan dengan misi dakwah Muhammadiyah dalam membangun persatuan umat Islam.

 

Ia mengutip pesan almarhum Prof. Yunahar Ilyas yang menyatakan bahwa tugas utama Persyarikatan Muhammadiyah adalah mengajak umat menuju surga melalui jalan dakwah.

 

“Dakwah bukanlah tugas individu semata, melainkan tugas umat yang terorganisasi. Muhammadiyah hadir sebagai gerakan dakwah yang terstruktur, sehingga seluruh unsur Persyarikatan memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang berkemajuan,” ujarnya.

 

Arief menegaskan bahwa MPKSDI memiliki amanah besar dalam membina kader dan mengembangkan sumber daya insani agar organisasi tetap kuat, tertata, serta mampu melahirkan kader-kader yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan Muhammadiyah.

 

Menurutnya, kedisiplinan organisasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan roda Persyarikatan.

 

“Kami bersyukur ibu-ibu Aisyiyah dapat berkumpul dalam forum ini. Organisasi yang besar harus dibangun dengan kedisiplinan, perencanaan yang matang, dan kaderisasi yang berkelanjutan. Tugas MPKSDI adalah membina kader, mengembangkan sumber daya insani, serta membangun sinergi dengan seluruh unsur gerakan Muhammadiyah,” katanya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penguatan ideologi yang kedua yang diselenggarakan MPKSDI PDM Jakarta Utara. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan bagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Jakarta Utara. Kali ini, penguatan ideologi difokuskan kepada para pimpinan Aisyiyah sebagai bagian penting dari keluarga besar Muhammadiyah.

 

“Menjaga eksistensi Muhammadiyah membutuhkan kader yang memiliki pemahaman ideologi yang kuat. Majelis Tarjih dan Tajdid memberikan fondasi pemikiran keislaman, sedangkan MPKSDI bertugas mempersiapkan kader dan kepemimpinan agar organisasi terus berjalan secara berkesinambungan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Jakarta Utara yang membidangi MPKSDI, Fachrurozi, menjelaskan bahwa Manhaj Tarjih Muhammadiyah merupakan metode memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pendekatan yang ilmiah, moderat, terbuka terhadap perkembangan zaman, serta selalu mengedepankan kemaslahatan umat.

 

“Dalam kehidupan yang terus berubah, kita membutuhkan pedoman yang kokoh agar setiap langkah dakwah, pendidikan, pembinaan keluarga, maupun pelayanan sosial tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam yang mencerahkan,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap Manhaj Tarjih tidak boleh berhenti pada aspek teori semata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Nilai-nilai Manhaj Tarjih hendaknya tercermin dalam kehidupan keluarga, di lingkungan Aisyiyah, di Amal Usaha Muhammadiyah, di tengah masyarakat, bahkan dalam cara kita bermedia sosial, bermusyawarah, mengambil keputusan, dan melayani umat. Pemahaman yang benar harus melahirkan pengamalan yang nyata,” tegas Fachrurozi.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Jakarta Utara, Hj. Sunanti Zalbawi, menyampaikan apresiasi kepada MPKSDI PDM Jakarta Utara atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah sekaligus memperkuat kualitas kader.

 

“Kami sangat senang dapat hadir dalam kegiatan ini bersama sekitar 100 kader khususnya ibu ibu dari Aisyiyah dari berbagai tingkatan kepemimpinan. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat wawasan ideologi dan mempererat ukhuwah di lingkungan Aisyiyah,” ujarnya.

 

Sunanti menegaskan bahwa Aisyiyah memiliki sejarah panjang sebagai ortom khusus Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan umat melalui dakwah, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan perempuan.

 

“Oleh sebab itu, semakin kuat pemahaman ideologi para pimpinan Aisyiyah, maka akan semakin kuat pula gerakan dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan di tengah masyarakat,” katanya.

 

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh Dr. Muhib Rosyidi, S.Th.I., M.A.Hum., Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *