BeritaKemenagNasionalNews

Wamenag Terima Aspirasi Mahasiswa ISAI UIN Walisongo, Terkait Usulan Perubahan Gelar Lulusan

97

Jakarta, panjimas – Sejumlah mahasiswa Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menyampaikan aspirasi kepada Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo R. Muhammad Syafi’i, terkait usulan perubahan gelar lulusan dari Sarjana Humaniora (S.Hum) menjadi Sarjana Arsitektur (S.Ars).

 

Aspirasi tersebut disampaikan melalui penyerahan kajian akademik di sela Stadium Generale Training Raya Akbar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang di Balai Diklat Keagamaan Kota Semarang, Jumat (3/7/2026). Penyerahan dokumen itu turut disaksikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Walisongo.

 

Mahasiswa Prodi ISAI UIN Walisongo, Rahmat Setiawan, mengatakan usulan perubahan gelar sebenarnya telah diajukan kepada Kementerian Agama sejak 2019. Namun hingga kini, regulasi yang menjadi dasar perubahan tersebut belum diterbitkan.

 

“Persoalannya ada di pusat Kementerian Agama Republik Indonesia. Sejak 2019 kami sudah mengajukan naskah akademik untuk perubahan gelar, tetapi hingga kini belum ada regulasi yang diterbitkan,” ujarnya.

 

Menurut Rahmat, perubahan gelar bukan sekadar persoalan administratif, melainkan berkaitan dengan pengakuan terhadap kompetensi lulusan ISAI.

 

“Gelar bukan sekadar identitas, tetapi hak mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan keilmuannya. Gelar S.Ars juga penting untuk pendidikan profesi arsitek,” katanya.

 

Ia menilai ketidaksesuaian gelar juga berdampak pada peluang kerja lulusan.

 

“Ada perusahaan yang langsung menyaring pelamar berdasarkan gelar, sehingga alumni kami kesulitan bersaing,” jelasnya.

 

Rahmat menyebut kurikulum yang dijalani mahasiswa ISAI selama ini berfokus pada bidang arsitektur sehingga gelar yang diberikan dinilai sudah semestinya disesuaikan.

 

“Seluruh mata kuliah kami tentang arsitektur, tetapi gelarnya masih S.Hum. Itu yang kami perjuangkan,” terangnya.

 

Sebelum bertemu Wamenag, kata Rahmat, mahasiswa telah berkoordinasi dengan pihak program studi mengenai proses perubahan gelar tersebut.

 

“Kaprodi sudah mengupayakan perubahan ini, tetapi proses di Kemenag masih sulit. Kami berharap pengajuannya segera dipermudah,” lanjutnya.

 

Momentum kunjungan Wakil Menteri Agama kemudian dimanfaatkan mahasiswa untuk kembali mendorong percepatan penyelesaian persoalan tersebut.

 

“Kami melihat kehadiran Wamenag sebagai momentum untuk mempercepat perjuangan perubahan gelar S.Hum menjadi S.Ars,” tambahnya.

 

Rahmat mengaku penyerahan kajian akademik mendapat respons positif dari pihak Kementerian Agama.

 

“Tenaga ahli Wamenag langsung merespons dan akan meninjau kembali serta mempercepat proses pengajuan perubahan gelar kami,” ungkapnya.

 

Ia berharap perjuangan tersebut segera membuahkan hasil.

 

“Harapan kami sederhana, yakni terpenuhinya hak mahasiswa ISAI untuk memperoleh gelar S.Ars,” harapnya.

 

Sementara itu, salah satu peserta forum, Sayyida Roychana Salma, mengatakan awalnya tidak mengetahui adanya agenda penyampaian aspirasi tersebut. Ia baru menyadarinya saat acara berlangsung.

 

“Awalnya saya tidak tahu ada agenda itu. Baru saat acara berlangsung saya sadar teman-teman ISAI memang datang untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Wamenag,” ujarnya.

 

Menurut Sayyida, persoalan perubahan gelar ISAI telah berlangsung cukup lama tanpa kepastian.

 

“Isu ini sudah lama belum menemukan titik terang. Penyerahan kajian akademik kepada Wamenag adalah langkah yang tepat,” katanya.

 

Ia menilai penyampaian aspirasi secara langsung kepada Wakil Menteri Agama menjadi langkah penting agar keresahan mahasiswa dapat diketahui oleh pengambil kebijakan.

 

“Penyampaian aspirasi ini penting, karena setidaknya keresahan mahasiswa sudah disampaikan langsung kepada pihak yang berwenang. Semoga segera ditindaklanjuti,” tuturnya.

 

Sayyida berharap perubahan gelar segera terealisasi karena dinilai penting bagi masa depan lulusan.

 

“Semoga perubahan gelar ini segera terwujud karena penting bagi peluang kerja dan keberlanjutan pendidikan mahasiswa,” pungkasnya

Exit mobile version