BeritaInternasionalMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Perkuat Jejaring Pendidikan di Afrika Timur, Tanzania Jadi Mitra Strategis

67

 

Jakarta, panjimas – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Rwanda, Republik Burundi, dan East African Community, Tri Yogo Jatmiko, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7).

 

Kunjungan itu diterima oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, bersama perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

 

Dalam pertemuan tersebut, Tri Yogo menyampaikan bahwa Tanzania merupakan salah satu negara strategis di kawasan Afrika Timur. Selain memiliki sejarah panjang perkembangan Islam, Tanzania juga dikenal sebagai negara dengan kehidupan masyarakat yang harmonis dan populasi Muslim yang cukup besar.

 

Menurutnya, masyarakat Muslim Tanzania memiliki pandangan positif terhadap Indonesia, khususnya Muhammadiyah. Pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga amal usaha dipandang sebagai model yang layak dipelajari dan dikembangkan.

 

“Muhammadiyah dipandang sebagai organisasi Islam yang berhasil mengembangkan pendidikan dan pelayanan sosial secara modern. Model seperti ini menjadi sesuatu yang ingin dipelajari oleh mitra-mitra kita di Tanzania,” ujar Tri Yogo.

 

Ia menjelaskan bahwa kerja sama pendidikan sebenarnya telah mulai terjalin. Sejumlah dosen dari Muslim University of Morogoro telah mengikuti program pembelajaran di perguruan tinggi Muhammadiyah di Jakarta dan Makassar dengan dukungan Asia Muslim Charity Foundation.

 

Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat diperluas melalui program beasiswa doktoral, pertukaran dosen, penelitian bersama, serta pengiriman profesor Muhammadiyah sebagai dosen tamu.

 

Selain itu, Tri Yogo juga menyampaikan hasil audiensi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terkait rencana pembukaan kelas Bahasa Indonesia di Morogoro.

Program tersebut diharapkan menjadi bekal bagi calon mahasiswa Tanzania yang akan melanjutkan studi di Indonesia. Ia juga mendorong penyederhanaan proses visa dan izin tinggal agar semakin memudahkan mahasiswa asing menempuh pendidikan di Indonesia.

 

Menanggapi hal tersebut, Syafiq A. Mughni menyambut baik berbagai peluang kerja sama yang ditawarkan. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki jejaring Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang siap membangun kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan di Tanzania.

 

“Silakan pihak universitas di Tanzania menyampaikan surat resmi kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dari sana kita dapat memetakan kebutuhan dan menindaklanjuti bentuk kerja sama yang paling sesuai,” kata Syafiq.

 

Ia menjelaskan bahwa mekanisme kelembagaan tersebut akan memudahkan penyusunan program kerja sama, baik dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, maupun pengembangan kapasitas akademik.

 

Syafiq juga berharap semakin banyak mahasiswa asal Tanzania menempuh pendidikan di PTMA. Menurutnya, para lulusan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alumni, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat hubungan Muhammadiyah dengan masyarakat Tanzania.

 

“Kami berharap mahasiswa Tanzania yang belajar di PTMA kelak dapat menjadi mitra Muhammadiyah di negaranya. Bahkan, jika Allah menghendaki, mereka dapat menginisiasi lahirnya jejaring, komunitas, hingga Cabang Istimewa Muhammadiyah di Tanzania sebagai bagian dari dakwah Islam Berkemajuan,” ujarnya.

Exit mobile version