MALAYSIA, panjimas – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melakukan langkah strategis memperluas kiprah kemanusiaannya secara global dengan mengikuti Pertemuan Mitra WFP-UNHRD di Subang, Malaysia, pada 21–22 Juli 2026.
Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, Abdoel Malik dalam pertemuan ini, didampingi dua kader muda Muhammadiyah, yaitu Bagas Wahyu Pratama (relawan MCCC) dan Hamzah Dzulkarnain yang sedang menempuh studi pascasarjana di IIUM
Dari pertemuan tersebut, MDMC memperoleh kesempatan untuk menyimpan stok logistik kemanusiaan di fasilitas Humanitarian Response Depot milik WFP di Malaysia — salah satu dari lima depot global yang melayani kawasan Asia-Pasifik. Rencananya, fasilitas ini akan dijadikan simpul kesiapsiagaan logistik regional bagi Muhammadiyah.
“Peluang baik buat penguatan urusan Kemanusiaan Muhammadiyah di Regional, seusai amanat muktamar, MDMC menafsirkan Internasionalisasi Muhammadiyah dengan aksi nyata dan terukur melalui MuhammadiyahAID,” ujar Abdoel Malik di sela-sela kegiatan.
Abdoel Malik menyampaikan bahwa peluang ini sejalan dengan mandat muktamar untuk mewujudkan internasionalisasi Muhammadiyah secara nyata melalui MuhammadiyahAID, dan menekankan pentingnya kerja kemanusiaan yang terorganisasi dengan dukungan kompetensi yang kuat.
Malaysia dipilih sebagai lokasi hub regional karena keberadaan PCIM Malaysia yang dinilai bisa dan mampu menjadi sistem pendukung utama operasional kemanusiaan di kawasan tersebut. Untuk itu, MDMC PP berencana mengadakan program penguatan kapasitas secara daring bagi pengurus PCIM Malaysia.
“Kerja kemanusiaan harus dikerjakan secara organisatoris dan berkelompok serta dukungan kompetensi yang andal,” ujar Abdoel Malik.
Agenda pertemuan terbagi dua hari: hari pertama (21 Juli 2026) berfokus pada keterlibatan LSM, organisasi masyarakat sipil, dan mitra UNHRD; hari kedua (22 Juli 2026) berfokus pada keterlibatan pemasok, produsen, dan sektor swasta untuk mendukung lokalisasi rantai pasok kemanusiaan.
