Britania, panjimas- — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya (UK) dan Irlandia resmi menggelar Pengukuhan Pengurus PCIM Britania Raya dan Irlandia Periode 2026–2028. Momentum tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Keanggotaan Resmi Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB).
Selanjutnya, dalam acara ini dinyatakan secara resmi bahwa Ince Dian Aprilyani Azir resmi menjabat sebagai Ketua PCIM Britania Raya (UK) dan Irlandia Periode 2026-2028, meneruskan estafet kepemimpinan dari dr. Dyah Prawesti selaku Ketua PCIM Britania Raya (UK) dan Irlandia Periode 2024-2026.
Dalam agenda yang berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Inggris, Sabtu (22/8), Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Syafiq A. Mughni menyampaikan selamat atas dikukuhkannya kepengurusan baru PCIM Britania Raya (UK) dan Irlandia.
Maka dari itu dalam membuka sambutannya ia memberikan pesan sekaligus memaparkan fondasi dan nilai-nilai utama yang menjadi landasan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang telah berdiri sejak tahun 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan.
“Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah memiliki kesadaran bahwa dakwah Islam tidak boleh berhenti pada wilayah tertentu. Dakwah harus terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas, tidak hanya di Yogyakarta dan Indonesia, tetapi juga ke berbagai penjuru dunia,” jelasnya
Menurutnya, fondasi pentingnya adalah spirit Al-Ma’un yang telah mengakar ke dalam kehidupan dakwah Muhammadiyah. Spirit ini mengajarkan bahwa keberislaman tidak cukup diwujudkan melalui pemahaman keagamaan semata, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan.
“Saya tidak akan berhenti mengajarkan ayat ini sampai kalian pergi dan menemukan orang-orang miskin, orang-orang yang paling membutuhkan, menemukan anak-anak yang tidak berpendidikan sampai kalian membantu mereka, membawanya ke sekolah Muhammadiyah. Barulah setelah itu saya akan berpindah untuk mengajarkan ayat lain,” ungkapnya mengutip pesan Ahmad Dahlan.
Perkokoh Spirit Islam Berkemajuan di Kawasan Britania Raya
Dari spirit tersebut, Syafiq kemudian menjelaskan lebih lebar mengenai sejumlah prinsip yang menjadi fondasi perjuangan Muhammadiyah dalam mengembangkan visi Islam Berkemajuan.
Prinsip pertama adalah Tauhid yang bukan hanya diimplementasikan sebatas pada wilayah teologis semata, namun perlu dipahami dalam makna sosial yang konkrit.
Prinsip kedua yaitu Berlandaskan Al-Quran dan Sunnah yang mana Muhammadiyah sebagai organisasi Islam akan selalu menjadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai sumber rujukan dalam ajaran dakwahnya.
Prinsip ketiga adalah tentang Ijtihad dan Tajdid yang merupakan motor penggerak Muhammadiyah untuk menjaga agama Islam tetap murni sekaligus berkemajuan dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Kemudian yang keempat adalah prinsip Wasathiyah. Dalam pandangan ini Syafiq mengungkap bahwa Wasathiyah adalah representasi penafsiran Wa kadzalika ja’alnakum ummatan wasatal litakunu syuhada’a ‘alannas. Begitu pula dengan perjuangan-perjuangan melawan ekstremisme dan usaha-usaha menghidupkan kembali hakikat keagamaan dalam Islam.
Dan terakhir adalah prinsip mewujudkan rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil-‘Alamin). Bagi Syafiq, prinsip ini begitu penting di mana Muhammadiyah harus senantiasa menjadikan agama sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia tanpa adanya diskriminasi dari kelompok manusia manapun dan harus saling hidup menghormati antar sesama umat manusia.
“Jadi Muhammadiyah akan selalu membawa pesan Islam itu sebagai Rahmat dan itulah prinsip-prinsip perjuangan Muhammadiyah di dunia ini,” pungkas Syafiq.
Agenda pengukuhan turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Pimpinan Tertinggi Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain / MCB), Sekretaris Jenderal MCB, Wajid Akhter, Deputi Sekretaris Jenderal Maswood Ahmed, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya, Irlandia, dan IMO Desra Percaya.
Momentum pengukuhan serta masuknya PCIM Britania Raya dan Irlandia sebagai anggota resmi sekaligus wakil tunggal Indonesia dalam keanggotaan MCB menjadi momentum penting dalam memperkuat kiprah Muhammadiyah di tingkat global, membuka ruang yang lebih luas bagi PCIM Britania Raya dan Irlandia untuk memperkuat kolaborasi dan kerja-kerja nyata untuk berbagai komunitas Muslim, lembaga sosial, akademik, dan institusi lainnya di kawasan Britania Raya













