Jakarta, panjimas – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas penetrasi pasar perbankan syariah dengan membidik ekosistem Muhammadiyah di Provinsi Lampung.
Ekspansi tersebut dilakukan melalui kegiatan Muhammadiyah Ecosystem Acceleration 2026 yang ditujukan untuk memperkuat akuisisi ekosistem Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di Lampung.
Alex Sofjan Noor mengatakan, Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera.
Selain itu, Lampung dinilai memiliki potensi besar karena pertumbuhan AUM di wilayah tersebut terus berkembang.
“Hubungan Bank BSN dan Muhammadiyah bukan sekadar kemitraan bisnis biasa. Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai penyedia produk perbankan, melainkan sebagai mitra ekosistem yang tumbuh bersama Muhammadiyah secara berkelanjutan,” kata Alex dalam siaran pers, Rabu (2/9/2026).
Menurut Alex, potensi ekosistem Muhammadiyah di Lampung mencakup berbagai sektor, mulai dari perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, hingga jaringan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ekspansi tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah nota kesepahaman dan kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan Bank BSN dengan Muhammadiyah.
Bank BSN telah merintis kerja sama strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 24 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan Syariah di Jakarta pada 12 Juni 2026
Bidik ekosistem kampus Muhammadiyah
Dalam ekspansi ke Lampung, Bank BSN menyiapkan rangkaian program yang menyasar lima segmen utama dalam ekosistem perguruan tinggi dan AUM Muhammadiyah.
Untuk segmen institusi, Bank BSN menawarkan skema Giro PPO untuk penempatan dana operasional kampus. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti renovasi fasilitas.
Bank BSN juga menyediakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja bagi institusi. Sementara bagi dosen dan karyawan, layanan yang disiapkan mencakup integrasi payroll, Pembiayaan Multimanfaat tanpa agunan, program Cicil Emas, serta KPR Syariah.
Adapun bagi mahasiswa, Bank BSN menawarkan kemudahan transaksi melalui aplikasi Bale Syariah. Bank juga menyediakan integrasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Lazismu. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengikuti program magang industri melalui BSN Young Islamic Banker Academy.
Subsidi Untuk lini usaha kampus dan AUM lainnya, Bank BSN menyiapkan fasilitas integrasi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan mesin electronic data capture (EDC).
Bank BSN juga menawarkan pembiayaan modal kerja bagi tenant serta dukungan terpadu bagi Rumah Sakit Umum Muhammadiyah (RSUM), sekolah, dan pondok pesantren.
Realisasi KPR syariah capai 1.000 unit Alex mengatakan, kerja sama Bank BSN dengan Muhammadiyah sejauh ini telah menghasilkan sejumlah realisasi.
Salah satunya tercermin dari penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah yang menyasar hingga 1.000 unit bagi warga dan kader Muhammadiyah.
Realisasi tersebut menjadi salah satu hasil dari kolaborasi yang telah dibangun antara Bank BSN dan Muhammadiyah.
Selain memperluas layanan kepada AUM, Bank BSN juga membidik potensi bisnis dari para pengusaha dan saudagar yang berada dalam jaringan Muhammadiyah.
Rangkaian kegiatan di Lampung dilanjutkan dengan jamuan makan malam bisnis bersama para pengusaha dan saudagar Minang Muhammadiyah. Pertemuan tersebut ditujukan untuk menjajaki potensi kolaborasi di sejumlah sektor usaha, antara lain perdagangan, agribisnis, dan properti daerah.
Agenda Muhammadiyah Ecosystem Acceleration 2026 tersebut juga dihadiri Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sekaligus menjabat sebagai Komisaris Bank BSN, Prof. Hilman Latief.
Hilman menyampaikan arahan strategis terkait penguatan ekonomi syariah berbasis persyarikatan Muhammadiyah.
