Manusia diberikan kekuatan oleh Allah Swt berupa ilmu pengetahuan yang spesifik berupa : Jiwa (al-nafs) dan ruh yang dalam pandangan Ibnu Sina (Avicenna) dalam Kitab al-Shifa (The Book of Healing) berupa risalah khusus tentang jiwa sehingga di sebut Kitab al-Nafs.
Dirinya membagi hakikat ilmu, jiwa, dan ruh. Ia memulai definisi dan Hakikat Jiwa (Al-Nafs). Lenih jauh Ibnu Sina mendefinisikan jiwa sebagai kesempurnaan awal bagi sebuah tubuh alami yang organis dan memiliki potensi kehidupan.
Hal ini seperti disampaikan oleh Buya Amirsyah Tambunan selaku Sekjen MUI dalam khutbah Jum’at di Masjid Baitut Thalibin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada (25/9/26).
Karena itu jiwa manusia (al-nafs al-natiqah) adalah substansi immaterial atau spiritual yang independen. Jiwa tidak hancur meskipun jasad atau tubuh mengalami kematian.
Jiwa mempunyai keterikatan dengan Tubuh secara independen, jiwa pada mulanya diciptakan bersamaan dengan kesiapan tubuh untuk menerimanya, lalu menjalankan fungsi persepsi serta berpikir melalui organ fisik.
Untuk memuliakan hidup manusia harus independen sehingga tidak terikat dengan dua tingkatan, karena Ibnu Sina membagi tiga fungsi; Pertama, jiwa Nabati (Ruh/Nafas Nabati) oleh tumbuhan dan makhluk hidup lain, berfokus pada fungsi nutrisi, pertumbuhan, dan reproduksi.
Kedua, jiwa hewani (ruh hewani) dimiliki oleh hewan dan manusia, mencakup gerak (locomotion) serta daya tangkap indra luar dan dalam.
Ketiga, jiwa insani / rasional (al-Nafs al-Natiqah) oleh manusia, memiliki dua daya utama; pertama, daya teoritis (al-quwwah al-nazhariyyah) untuk menyerap ilmu dan pengetahuan; kedua, daya praktis (al-quwwah al-amaliyyah) untuk mengatur etika dan perbuatan.
Karena itu perbuatan manusia lahir dari jiwa yang mulia untuk membangun pradaban. Karena pradaban yang maju lahir dari ilmu yang memuliakan hidup manusia, bukan menjadi bumerang bagi manusia.
Jadi adab berada di atas ilmu (al-adabu fauqal ’ilmi) adalah pepatah yang berarti adab dan akhlak lebih utama daripada ilmu semata.
