BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Siswa SD Mumtaz Belajar Koding dengan Scratch

47

Jakarta, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengunjungi siswa SD Mumtaz yang sedang belajar koding menggunakan aplikasi Scratch, Senin (12/10/2026).

 

Kunjungan tersebut berlangsung di Laboratorium Komputer SD Mumtaz. Saat itu, para siswa tampak antusias mempelajari pemrograman visual melalui komputer. Sementara itu, guru mendampingi mereka menyusun blok-blok kode untuk membuat instruksi dan mengembangkan kreativitas digital.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mempelajari dasar-dasar pemrograman. Salah satu aplikasi yang mereka gunakan ialah Scratch, yaitu aplikasi pemrograman visual berbasis blok perintah.

Dengan menggunakan Scratch, siswa dapat mempelajari konsep dasar algoritma dan urutan instruksi. Selain itu, mereka juga memahami hubungan sebab-akibat melalui kegiatan belajar yang sederhana dan menyenangkan.

Belajar Koding di SD Mumtaz Mengasah Kreativitas Siswa

Selama kunjungan, Abdul Mu’ti mengamati secara langsung proses pembelajaran koding di laboratorium komputer. Dalam kesempatan tersebut, beliau melihat siswa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreatif, dan sistematis.

 

Kehadiran Sekretaris Umum PP Muhammadiyah pun memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Melalui kesempatan tersebut, mereka dapat menunjukkan aktivitas pembelajaran berbasis teknologi yang mendukung pengembangan kompetensi digital sejak sekolah dasar.

 

Lebih dari sekadar mengenalkan penggunaan komputer, pembelajaran Koding di SD Mumtaz juga melatih keterampilan pemecahan masalah. Dalam prosesnya, siswa belajar menyusun langkah-langkah penyelesaian secara terarah. Mereka juga berlatih mencoba berbagai kemungkinan untuk menghasilkan instruksi yang sesuai.

 

Guru Informatika SD Mumtaz, Riyanto, S.Pd., menjelaskan pentingnya pembelajaran koding untuk mengenalkan keterampilan digital sejak dini.

 

“Melalui Scratch, anak-anak belajar koding dengan cara yang menyenangkan. Mereka tidak sekadar menggunakan komputer, tetapi juga belajar berpikir logis, menyusun algoritma, memecahkan masalah, dan mengembangkan kreativitas,” ujarnya.

 

Menurutnya, pembelajaran berbasis teknologi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan teknologi pada masa depan.

Exit mobile version