BeritaNasionalNews

Din Syamsuddin Bicara Soal Mitigasi dan Permasalahan di Pesantren

77

Jakarta, panjimas – Tepat di Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga pengasuh Pesantren Moderen Internasional Dea Malela, Sumbawa yakni Din Syamsuddin berbicara soal mitigasi dan pencegahan pesantren terhadap perundungan, kekerasan seksual dan masalah lainnya yang mungkin timbul.

Menurut mantan Ketua PP Muhammadiyah itu soal seruan mitigasi atau pencegahan itu mungkin baik, namun tidak harus hanya ditujukan kepada Dunia Pesantren saja.

Praktek perundungan dan permesuman menurut dirinya itu terjadi di hampir semua lembaga pendidikan, di semua lingkungan, bahkan bisa terjadi di dunia instansi pemerintah yang mungkin resmi dan terjaga. Jadi tidak mesti ada di pesantren saja.

“Perundungan dan permesuman merupakan manifestasi dari struktur sosial yang disebabkan oleh banyak faktor dari kebebasan, ketakadilan, dan kekerasan sosial, politik, bahkan ekonomi (capital violence),” ujarnya.

Anak-anak dan orang tua yang menerima tekanan berat kemudian mencari ekspresi dan jalan keluar yang menyimpang juga berpotensi bisa menyimpang dan berbuat salah di berbagai lingkungan, tidak mesti di pesantren saja terjadi.

“Revolusi informatika yang melanda dunia terakhir ini, dengan open sky policy (kebijakan langit terbuka) yang ditempuh oleh pemerintah ikut menjadi faktor picu (triggering factor) terhadap perundungan dan permesuman,” pungkasnya.

Exit mobile version