BeritaMUINasionalNews

Sekjen MUI : Seorang Dai harus Berwawasan Global untuk Wujudkan Dunia Islam sebagai Pusat Pradaban

107

Jakarta, panjimas – Seorang Da’i perlu meningkatkan wawasan yang secara makna yakni : tinjauan, pandangan, atau konsepsi serta cara pandang terhadap seseorang maupun kelompok.

Wawasan (التوقعات) Da’i

Para Da’i Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebanyak 27 peserta akan melaksanakan pengembangan wawasan internasional ke Mesir dan Arab Saudi sejak tanggal 28 Oktober hingga tanggal 8 November 2026.

Hal ini disampaikan Sekjen MUI, buya Amirsyah Tambunan dalam acara pembekalan Daurah para dai di hotel Anara kawasan Bandara Soekarno Hatta pada, hari Selasa (27/10/26).

Buya Amisyah juga menyampaikan adanya perbedaan sudut pandang dua kota yang di kunjungi para Dai MUI itu. Pertama, Kairo sebagai pusat utama negara Mesir—berfungsi sebagai ibu kota negara, pusat pemerintahan, ekonomi, budaya, serta salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia.

Kedua, pusat pengembangan Pendidikan & Agama yakni Universitas Al-Azhar di Kairo dan pusat pembelajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah tertua dan terkemuka di dunia;

Ketiga, pusat Industri & Pesisir (Kota Terbesar Kedua); keempat, Alexandria (Iskandariyah) di pesisir Laut Tengah, yang menjadi pusat industri, pelabuhan utama, dan pariwisata. Negara Mesir tersebut harus menjadi pusat pradaban dunia Islam.

“Oleh karena itu Allah memerintahkan agar manusia melakukan perjalanan dan bertebaranlah kamu di muka bumi. Seperti di sebutkan dalam dua Surat Ali ‘Imran : Ayat 137 :

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ ۙ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ ۝١٣٧

Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah (Allah). Oleh karena itu, berjalanlah di (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta (rasul-rasul).

Sepanjang perjalanan silih berganti Rasul banyak fakta sejarah pada umatnya yang mendustakan ajaran Rasul hingga saat ini.

Kedua, perjalan di muka bumi bermakna spritual. Sekaligus menegaskan setelah melakukan Shalat maka diperintahkan untuk mencari rezeki agar umat Islam beruntung Qs Al Jum’ah :  Ayat 10.

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۝١٠

Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

Keberuntungan melakukan perjalanan itu banyak, di antaranya suka berjalan banyak di lihat dan menyaksikan dunia Islam yang belum dapat mewujudkan perdamaian.

Kita bersyukur Indonesia menjadi negara aman dan damai kita promosikan jadi pusat pradaban yang damai. Dan menjadi negara penuh ampunan Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur “suatu negeri yang baik dan (mendapat) Tuhan yang Maha Pengampun”.

Exit mobile version