BeritaMUINasionalNews

Dari Bumi Mesir hingga Tanah Suci, MUI Berangkatkan Peserta PWDI 2026

29

Jakarta, panjimas — Sebelum memulai perjalanan ke Mesir dan Arab Saudi, para peserta Program Pengembangan Wawasan Dai (PWD) Internasional 2026 mengikuti pembekalan yang diselenggarakan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Selasa, 27 Oktober 2026, di Hotel Anara, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Mengusung tema “Memperkuat Dakwah Global, Menghadirkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin”, pembekalan ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami tantangan dakwah kontemporer sebelum menjalani agenda keilmuan di dua negara tersebut.

Sambutan Jajaran Pimpinan MUI Mengawali Pembekalan

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari jajaran pimpinan MUI. Ketua Komisi Dakwah MUI, KH. Saeful Bahri, turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut bersama Ketua Bidang Dakwah MUI, Drs. K.H. Abdul Manan Ghani, M.M., serta Sekretaris Jenderal MUI, Buya Dr. H. Amirsya Tambunan, M.A., yang menyampaikan sambutan terkait Program PWD Internasional.

Kehadiran para pimpinan MUI menempatkan program ini dalam kerangka pengembangan kapasitas dai dan penguatan peran dakwah di tengah perubahan zaman. Pembekalan menjadi tahap awal sebelum peserta mendalami wawasan keislaman melalui pertemuan akademik dan kunjungan institusional di Mesir dan Arab Saudi.

Geopolitik hingga Dakwah di Era Algoritma Digital

Materi pembekalan menghadirkan sejumlah pembicara dengan bidang pembahasan yang berbeda. Ahrul Tsani Fathurrahman, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, menyampaikan materi mengenai perkembangan geopolitik Timur Tengah. Pemahaman terhadap kawasan ini menjadi salah satu bekal penting bagi para dai, terutama untuk membaca dinamika dunia Islam dalam konteks sosial, politik, dan hubungan antarnegara.

Pembahasan kemudian berlanjut pada manhaj dakwah di era algoritma digital yang disampaikan Dr. KH. Arif Fakhruddin. Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi keagamaan. Dai dituntut memahami perubahan tersebut agar penyampaian pesan Islam tetap relevan, berlandaskan ilmu, dan mampu menjangkau masyarakat secara tepat.

Wakil Ketua Umum MUI, KH. M. Cholil Nafis, PhD, turut menyampaikan materi tentang perubahan geopolitik dan tantangan Islam wasathiyah. Materi ini melengkapi pembahasan mengenai posisi dakwah dalam menghadapi perkembangan global sekaligus pentingnya menjaga pendekatan Islam yang moderat.

Sementara itu, KH. Khariri Makmun sebagai Ketua Pokja Dakwah Luar Negeri memberikan penjelasan teknis mengenai Program Pengembangan Wawasan Dai Internasional. Sesi ini menjadi bagian dari pemantapan agenda peserta sebelum melanjutkan perjalanan

Dari Pembekalan Menuju Mesir dan Arab Saudi

Setelah rangkaian pembekalan, peserta dijadwalkan bertolak pada 28 Oktober 2026 untuk mengikuti program di Mesir selama tujuh hari dan Arab Saudi selama empat hari, dengan keseluruhan rangkaian berlangsung hingga 10 November 2026.

Di Mesir, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan di lingkungan Al-Azhar Al-Syarif, salah satu pusat keilmuan Islam yang memiliki tradisi panjang dalam pengajaran dan pengembangan pemikiran keislaman. Kemudian perjalanan berlanjut ke Arab Saudi dengan agenda yang mencakup sejumlah institusi dan tempat penting, antara lain Universitas Islam Madinah, Universitas Umm Al-Qura, Rabithah Al-Alam Al-Islami, Masjid Nabawi, dan Masjidil Haram.
Melalui rangkaian tersebut, para dai diharapkan memperoleh pengalaman langsung yang memperkaya wawasan keilmuan, memperluas perspektif tentang perkembangan dakwah, serta membuka ruang dialog dengan lingkungan akademik dan kelembagaan Islam.

Peran Spidest dalam Mendukung Program Keilmuan

Merupakan suatu kehormatan bagi PT Spidest Internasional dapat terlibat dalam program PWD Internasional 2026 ini, yang diwujudkan melalui bantuan persiapan kebutuhan perjalanan peserta. Pengurusan tiket, akomodasi, visa, dan kebutuhan pendukung lainnya menjadi bagian dari dukungan operasional agar rangkaian program dapat dijalankan sesuai agenda.

Bagi Spidest, keterlibatan ini mempertemukan layanan perjalanan dengan kegiatan yang membawa tujuan keilmuan dan pengembangan kapasitas umat. Perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu negara ke negara lain, melainkan juga kesempatan untuk belajar, bertukar perspektif, dan mengenal perkembangan pemikiran Islam secara lebih luas.

Melalui program yang diselenggarakan Komisi Dakwah MUI ini, para dai dipersiapkan untuk membawa pulang wawasan yang dapat memperkaya aktivitas dakwah di Indonesia. Sementara itu, Spidest mengambil bagian dengan membantu kebutuhan perjalanan yang menunjang pelaksanaan program tersebut.

Dari pembekalan di Jakarta hingga agenda keilmuan di Mesir dan Arab Saudi, PWD Internasional 2026 akan menjadi ruang pembelajaran lintas negara yang mempertemukan tradisi keilmuan Islam dengan tantangan dakwah masa kini

Exit mobile version