BeritaMuhammadiyahNasionalNews

UAD Cetak 98 Persen Lulusan Berpredikat Cumlaude, Wisuda 2.130 Mahasiswa

18

BANTUL, panjimas– Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mewsiuda sebanyak 2.130 mahasiswa Sarjana Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode I TA 2026/2027, Sabtu (31/10) di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC) Wonocatur, Banguntapan, Bantul.

 

“Dan hal yang sangat membahagiakan dari semua lulusan tersebut 98% wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude,” ungkap Muchlas, Rektor UAD Yogyakarta.

 

Menurutnya, capaian ini merupakan prestasi yang sangat menggembirakan. Kaerena itu, ia mengajak untuk bersyukur atas berhasilnya mencapai pada titik tersebut.

 

“Prestasi tersebut harus menjadi bekal untuk menghadirkan karya, memberikan manfaat, dan mengambil peran nyata dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Muchlas berpesan kepada para wisudawan, pertama, menjadi pembelajar sepanjang hayat. Ditekannya wisuda bukan akhir dari proses belajar, tapi awal perjalanan belajar yang lebih luas.

 

“Dunia akan saudara hadapi terus berubah. Ilmu pengetahuan dan ber ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat,” menggarisbawahi disusul berikutnya perkembangan teknologi yang semakin dahsyat ke depannya.

 

“Teruslah belajar. Jangan pernah merasa cukup ya dengan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Milikilah rasa ingin tahu, keberanian untuk mempelajari hal-hal baru, serta kerendahan hati untuk menerima pengetahuan dari siapapun,” tegasnya.

 

Kedua, optimisme merebut masa depan. Ke depan, sebut Muchlas, generasi hari ini akan memasuki dunia yang penuh peluang dan tantangan, yakni persaingan dunia kerja semakin terbuka, batas-batas geografis semakin kehilangan maknanya.

 

“Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan tantangan baru bagi berbagai profesi. Sejumlah pekerjaan rutin mulai dapat dilakukan oleh mesin dan sistem cerdas,” bebernya.

 

Yang dibutuhkan kata Muchlas, perlu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kualitas pekerjaan.

 

“Saya ingin mengingatkan bahwa masa depan kita tidak hanya membutuhkan orang-orang yang pandai menggunakan teknologi, tapi juga manusia yang memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama,” ulasnya.

 

Ketiga, membumikan nilai-nilai UAD. Selama mengenyam pendidikan di UAD, para mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan, tapi juga diperkenalkan dengan nilai-nilai yang menjadi karakter fundamental UAD; inovatif, profesional, dan dedikatif.

 

“Ketiga nilai tersebut hendaknya tidak berhenti menjadi semboyan yang pernah saudara dengar selama berada di kampus ini. Jadikanlah nilai-nilai itu sebagai pedoman ketika saudara bekerja, berwirausaha, melanjutkan studi, maupun menjalankan peran di tengah masyarakat,” tandas Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah

 

 

Exit mobile version