BeritaMUINasionalNews

Kegiatan Standarisasi Da’i Nasional, Sekjen MUI Ajak Da’i Perkuat Visi dan Misi MUI

15

Jakarta, panjimas – Standarisasi Da’i merupakan program strategis agar memiliki kompetensi da’i yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (DPP JATTI) sejumlah 200 orang.

Dalam sambutan Ketua Umum JATTI Bachtiar Nasir seorang Da’i dan Ulama mengajak para dai agar dalam kerja sama strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Standarisasi Da’i Nasional Angkatan ke-51 di Universitas YARSI, Jakarta , Senin (2/11/26).

Program ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama kedua lembaga untuk memperkuat kompetensi dai baik yang bersifat substatif berupa ilmu keagamaan maupun subtansi metodologi sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oleh karena itu harus sejalan dengan Visi dan Misi MUI yakni mewujudkan masyarakat berkualitas (khiru ummah) dalam mewujudkan NKRI yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Oleh karena itu, dirinya menekankan dakwah yang di sampaikan para dai untuk mengajak bukan mengejek, merangkul, bukan memukul berdasarkan prinsip Islam (wasathiyah) di Indonesia.

Program ini fokus pada empat pilar utama :

Pertama, mengembangkan wawasan keilmuan dalam bidang ke Agama an yang sesuai standar untuk memastikan pemahaman mendasar yang matang mengenai akidah, fikih dasar, sejarah agar materi yang disampaikan para dai di masyarakat memiliki basis dan bobot akademik yang kuat dan valid.

Kedua, memiliki komitmen keumatan dan kebangsaan dengan memperteguh kecintaan terhadap NKRI, Pancasila, dan UUD

Ketiga, menggunakan dalil-dalil keagamaan agar dakwah bernuansa menyejukkan dan menjaga persatuan.

Keempat, para dai memiliki Integritas dan Akhlak untuk mendorong lahirnya dai yang dapat menjadi figur teladan (opinion leader) serta menghindari narasi dakwah yang memicu kegaduhan, candaan yang pantas dan di masyarakat seperti candaan yang cerdas dalam bentuk mengajak, bukan mengejek kelompok atau etnis, agama tertentu.

Exit mobile version