MuhammadiyahNasionalNews

Tebar Manfaat, Muhammadiyah Tanggulangin Luncurkan Tiga Program Sosial

105
×

Tebar Manfaat, Muhammadiyah Tanggulangin Luncurkan Tiga Program Sosial

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Pengajian Fajar Timur yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanggulangin pada Ahad (27/7/2025) di Ranting Muhammadiyah Kalidawir berlangsung istimewa. Tak hanya dihadiri ribuan jamaah, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran program sosial baru yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 1.500 jamaah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo memadati lokasi pengajian sejak fajar menyingsing. Kegiatan rutin ini menjadi salah satu sarana dakwah dan konsolidasi gerakan sosial PCM Tanggulangin. Namun yang menjadikan edisi Juli ini lebih spesial adalah peluncuran tiga program sosial: bedah rumah, bakti guru, dan santunan anak yatim.

Ketua PCM Tanggulangin, Hifni Sholihin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur yang selama ini mendukung gerakan sosial Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu pula, secara simbolis diluncurkan program bedah rumah yang menyasar rumah milik Bapak Mitahid, seorang warga Muhammadiyah yang tinggal di wilayah Kalidawir.

“Ini adalah bentuk konkret dari solidaritas dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah. Terima kasih kami ucapkan kepada para muhsinin yang telah mengamanahkan hartanya melalui KLL Tanggulangin,” ungkap Hifni.

Ia menambahkan, dukungan dari para donatur sangat berperan dalam membesarkan dakwah Muhammadiyah di Tanggulangin.

“Semoga dengan semakin banyaknya program sosial seperti ini, warga semakin percaya bahwa Muhammadiyah tidak hanya hadir untuk dakwah bil lisan, tapi juga dakwah bil hal,” ujarnya penuh harap.

Tak hanya berhenti di program bedah rumah, PCM Tanggulangin juga membagikan santunan untuk anak yatim dan memberikan penghargaan kepada para guru yang telah berjasa mendidik generasi muda Muhammadiyah. Penyaluran santunan ini menjadi bentuk implementasi nilai-nilai Al-Ma’un dalam konteks sosial keummatan.

“Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Muhammadiyah tidak boleh abai terhadap mereka,” tutur Ketua PCM Tanggulangin.

Program Bakti Guru juga menjadi sorotan. Dalam kegiatan ini, PCM Tanggulangin memberikan penghargaan dan bingkisan kepada para guru yang telah mengabdi lama di lembaga pendidikan Muhammadiyah. Langkah ini dilakukan untuk terus menumbuhkan semangat dan motivasi para pendidik agar terus mendarmabaktikan ilmunya.

Pengajian Fajar Timur edisi Juli ini menghadirkan narasumber istimewa, Dr Dian Berkah MHI Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya sekaligus Founder Waris Center. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang hadir.

“Ini luar biasa. Jamaah Muhammadiyah Tanggulangin sangat semangat menuntut ilmu. Saya lihat hampir 1.500 orang hadir di pagi hari. Ini bukti semangat dakwah dan ukhuwah Islamiyah yang luar biasa,” tutur Dian.

Ia juga menekankan pentingnya ilmu waris (faraid) dalam kehidupan masyarakat Muslim, serta mendorong PCM Tanggulangin untuk mengadakan pelatihan khusus tentang ilmu waris.

“Ilmu faraid ini mulai langka diajarkan. Padahal, ia bagian dari syariat yang memiliki implikasi sosial besar. Muhammadiyah bisa menjadi pionir dalam menghidupkan kembali ilmu ini melalui pelatihan dan penyuluhan,” jelasnya

Dian juga menyoroti urgensi memahami hukum waris secara syar’i agar tidak terjadi perselisihan dalam pembagian harta. Ia siap membantu jika PCM Tanggulangin ingin berkolaborasi dalam menyelenggarakan pelatihan ilmu faraid ke depannya.

Pengajian Fajar Timur kali ini menjadi potret nyata bahwa dakwah Muhammadiyah tidak berhenti pada aspek spiritualitas semata, namun merambah ke sektor sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Program bedah rumah, bakti guru, dan santunan anak yatim adalah bukti bahwa Muhammadiyah hadir untuk semua lapisan masyarakat.

Semangat kolektif para kader dan warga Persyarikatan Tanggulangin membuktikan bahwa nilai gotong royong dan empati sosial masih menjadi ruh gerakan dakwah Muhammadiyah di akar rumput.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, PCM Tanggulangin menunjukkan bahwa pengajian bukan sekadar forum kajian, tetapi menjadi ruang nyata untuk menebar maslahat dan membumikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *