MuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Hadiri Dua Forum Global untuk Perdamaian dan Dialog Antaragama di Inggris

35
×

Muhammadiyah Hadiri Dua Forum Global untuk Perdamaian dan Dialog Antaragama di Inggris

Sebarkan artikel ini

Inggris, panjimas – Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah sekaligus Koordinator Muhammadiyah Aid, Yayah Khisbiyah, mewakili Muhammadiyah dalam dua forum internasional bergengsi di Inggris: Jalsa Salana yang digelar oleh komunitas Ahmadiyah pada 25–29 Juli 2025, serta Minhaj-ul-Qur’an International Peace Conference di University of Warwick pada 2–3 Agustus 2025.

Kehadiran Yayah dalam kedua ajang tersebut menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam menjalin dialog lintas agama, madzhab, dan bangsa untuk mendorong terciptanya perdamaian dunia.

“Bu Yayah hadir mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memahami situasi dan membangun relasi, serta siap bekerjasama menghadapi tantangan global demi masa depan yang damai dan berkeadilan. Ia juga membawa misi memperkenalkan Muhammadiyah sebagai organisasi yang mengusung Islam Berkemajuan,” ujar Syafiq Mughni, Ketua PP Muhammadiyah.

Mewakili Muhammadiyah di Hadapan Dunia

Yayah menjadi satu dari sedikit tokoh perempuan yang diundang memberikan sambutan di depan sekitar 40.000 peserta Jalsa Salana, bersama sejumlah pemimpin masyarakat sipil, organisasi keagamaan, serta tokoh pemerintahan — termasuk Raja Charles.

Dalam pidatonya, Dosen Psikologi Perdamaian ini menekankan pentingnya pendekatan Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah sebagai solusi atas polarisasi dan konflik global.

“Muhammadiyah melihat Islam bukan sekadar simbol, tapi energi etis untuk membangun keadilan sosial. Dengan dialog yang konstruktif, kita bisa menciptakan masyarakat yang harmonis, damai, dan berkeadilan,” tutur Yayah.

Diplomasi Nilai dan Peran Perempuan Muslim

Di forum Minhaj-ul-Qur’an, Yayah menjalin jejaring dengan para aktivis dan pemikir Islam dari berbagai negara. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan Muslim dalam membangun perdamaian yang bersifat transformatif.

“Kita butuh epistemologi baru dalam gerakan Islam—yang membebaskan, merangkul perbedaan, serta melampaui ketidakadilan struktural dan kekerasan kultural,” tegasnya.

Disambut Tokoh Spiritual Dunia

Dalam kunjungan tersebut, Yayah mendapat kehormatan bertemu langsung dengan pimpinan spiritual tertinggi Ahmadiyah, Huzoor e Anwar, serta pendiri Minhaj, Syaikh-ul Islam. Pertemuan tersebut menandai pengakuan terhadap peran aktif Muhammadiyah dalam diplomasi moral berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan universal.

Kehadiran Yayah dalam forum-forum ini menunjukkan langkah nyata internasionalisasi Muhammadiyah, serta kontribusi diaspora Muhammadiyah dalam merawat perdamaian dan keadilan global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *