MUINasionalNews

Sekjen MUI Dukung Sekolah Ramah, Aman, Nyaman dan Wujud Tanggung Jawab Bersama

36
×

Sekjen MUI Dukung Sekolah Ramah, Aman, Nyaman dan Wujud Tanggung Jawab Bersama

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mendukung Sekolah Aman, Nyaman, merupakan tanggung jawab semua pihak. Hal itu disampaikan ketika membuka pelatihan Pendidikan Akhlak Bangsa Angkatan ke 13 MUI, pada Ahad (9/11/25) di Jakarta.

Dirinya merespon pernyataan Mendikdasmen, yang mengakui kekerasan di sekolah masih menjadi persoalan serius, ketika insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara yang melibatkan siswa kembali membuka luka lama dunia pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut sekaligus menegaskan kekerasan di sekolah masih menjadi persoalan serius yang harus segera menyelesaikannya secara sistemik.

Amirsyah yang juga dosen di UMJ mendukung kebijakan
Kemendikdasmen untuk menyiapkan Permen tentang sekolah aman, nyaman, ramah dengan dasar kasih sayang. Karena itu semua pihak wajib memberi pendampingan konseling, orang tua, semua pemangku kepentingan melakukan sinergi melalui konsep ABGCM (Akademisi, Bisnismen, Government, Community, Masyarakat) untuk pencegahan kekerasan.

Amirsyah juga menyampaikan turut berduka kepada para korban dan keluarga yang kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit. “Semoga musibah ini menjadi Ibroh bagi dunia pendidikan dalam mewujudkan aman dan ramah bagi siswa,” ujarnya kepada media.

Ia prihatin, karena data penelitian menunjukkan angka kekerasan di sekolah masih tinggi. Akar penyebab tidak tunggal, diantaranya game di Roblox, seperti genre tembak-menembak (FPS) atau pertarungan, mengandung unsur kekerasan. Anak-anak yang belum mampu membedakan realitas dan fiksi cenderung meniru adegan tersebut, yang dapat memicu perilaku agresif korban sekaligus pelaku.

Karena itu Amirsyah mengisahkan sejak dirinya menjadi guru sekolah Dasar (1983) salah satu solusi mencegah kekerasan untuk mewujudkan sekolah Aman, nyaman dan tertib perlu membuat kebijakan seperti yang di gagas
Abdul Mu’ti melalui Peraturan Kemendikdasmen tentang Sekolah Aman, Ramah Lingkungan.

Usulan untuk memperkuat Regulasi ini, perlu mengatur; pertama, penciptaan lingkungan pendidikan yang, ramah anak, dan berbasis nilai-nilai kasih sayang.

“Sekolah harus menjadi lingkungan hijau, aman, inklusif, dan menyenangkan bagi semua murid pihak. Garda terdepan seperti guru, orang tua, masyarakat, dan siswa untuk membangun budaya ramah lingkungan,” tandas Amirsyah.

Untuk memperkuat gerakan ini dirinya mengusulkan Kemendikdasmen berencana membentuk duta akhlak bsngsa kalangan siswa. “Mereka berasal dari organisasi sekolah, seperti OSIS, Pramuka, atau Rohani Islam (Rohis). Para duta itu akan menjadi agen perubahan untuk menanamkan nilai empati dan saling menghargai di lingkungan sekolah,” ujar Amirsyah pada Senin, (10/11/25).

Keteladan Guru untun Kecerdasan Siswa

Ada dua hal yang memilki peran penting; membangun sistem yang ramah lingkungan; mencetak SDM yang dapat melakukan pencegahan. Harapannya. Guru harus program aktif melakukan Bimbingan dan Konseling (BK) yang terintegrasi dengan jam mengajar.Sebagai guru wali, mereka tidak hanya mendampingi akademik, tapi juga menjadi penentu dalam melakukan komunikasi antara sekolah, orang tua, dan siswa.

Menurutnya, SDM guru berperan besar mencegah perilaku agresif atau tindakan ekstrem akibat tekanan sosial dan perundungan di sekolah. Ia menilai pendekatan kemanusiaan lebih efektif daripada sekadar memberi sanksi disiplin. Tanpa kerja sama itu, regulasi hanya akan menjadi dokumen tanpa dampak nyata di lapangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *