BPJPHNasionalNews

Sambut Wajib Halal Oktober 2026, BPJPH dan Kedubes Denmark Gelar Workshop Logistik Halal

29
×

Sambut Wajib Halal Oktober 2026, BPJPH dan Kedubes Denmark Gelar Workshop Logistik Halal

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Kedutaan Besar Denmark menggelar Workshop on Halal in Logistics/Supply Chain Management and Packaging Materials. Workshop dogelar pada tanggal 9–10 Desember 2025 di Kantor BPJPH.

Workshop dihadiri oleh Duta Besar Denmark untuk Indonesia Sten Frimodt Nielsen, dan Perwakilan Danish Agriculture and Food Council Stig Munck Larsen. Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan Denmark, perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, serta pelaku industri dari berbagai sektor.

Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, menyampaikan bahwa workshop dilaksanakan sebagai upaya memperkuat ekosistem halal Indonesia melalui penguatan standar dan praktik terbaik di sektor logistik dan material kemasan. Deputi Abd Syakur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kedubes Denmark dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait logistik halal.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Denmark dan para pelaku industri yang telah berbagi pengalaman dan best practices dalam pengembangan logistik dan material kemasan halal,” kata Abd Syakur, di Gedung BPJPH, Selasa (9/12/2025).

Abd Syakur menambahkan bahwa workshop ini penting mengingat begitu pesatnya pertumbuhan industri halal dunia. “Hal ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan industri halal dan meningkatnya kebutuhan terhadap rantai pasok halal yang transparan, terjamin, dan berintegritas.” imbuhnya.

“Saat ini, isu logistik halal menjadi perhatian global karena titik kritis halal justru sering terjadi pada proses transportasi, penyimpanan, distribusi, warehousing, hingga pengemasan produk,” jelasnya.

Lebih lanjut. Abd Syakur mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemimpin ekonomi halal dunia. Namun keberhasilan tersebut sangat ditentukan oleh kesiapan ekosistem logistik dan material kemasan halal yang kuat, efisien, dan mampu memenuhi standar internasional.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Mr. Sten Frimodt Nielsen, menyampaikan pandangannya mengenai potensi besar Indonesia dalam penguatan jaminan produk halal. “Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar memiliki impact besar sehingga aspek halal menjadi sangat penting. Indonesia telah mengembangkan sertifikasi halal yang terstruktur.” ungkapnya.

“Sementara itu, Denmark sebagai negara kecil dengan ekonomi terbuka berupaya memastikan tidak hanya kesuksesan global tetapi juga keamanan pangan. Kami telah membangun kolaborasi yang luar biasa di berbagai area, dan regulasi halal Indonesia akan didiskusikan bersama selama dua hari ke depan.” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses halal sejatinya mendukung kelancaran sistem logistik. “Dua topik utama terkait logistik dan material akan memberikan pengalaman penting bagi para peserta. Proses halal bukanlah hambatan, tetapi dukungan bagi kelancaran logistik. Untuk mengembangkan regulasi dengan cakupan luas, dibutuhkan kerja sama yang kuat.” ungkapnya.

Melalui workshop ini, BPJPH berharap kolaborasi Indonesia – Denmark dapat memperkuat kapasitas pelaku industri dan mendukung percepatan penerapan logistik dan material kemasan halal yang berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *