NasionalNews

Kemendikdasmen Beri Santunan Puluhan Siswa SDN 01 Kalibaru Tertabrak Mobil MBG

36
×

Kemendikdasmen Beri Santunan Puluhan Siswa SDN 01 Kalibaru Tertabrak Mobil MBG

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis pagi, 11 Desember 2025.

Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto Ph.D., menegaskan pihaknya langsung meninjau kondisi para korban di RSUD Cilincing dan RS Koja untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Kemendikdasmen memberikan bantuan santunan kepada korban, dengan nominal Rp5 juta untuk lima orang yang mengalami luka serius dan Rp2,5 juta untuk 17 korban luka ringan. Selain itu, pihak Kemendikdasmen juga menyampaikan penguatan dan dukungan moral kepada para korban dan keluarga mereka.

Gogot menjelaskan bahwa Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, pihak sekolah, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi korban. Langkah-langkah lanjutan dilakukan secara cepat dan terarah agar penanganan medis dan pemulihan psikologis para korban dapat berlangsung maksimal.

“Kami mengimbau seluruh pihak menghormati privasi korban dan keluarga, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kami turut mendoakan agar seluruh korban segera pulih. Kemendikdasmen berkomitmen terus mendampingi serta memberikan dukungan penuh kepada siswa, guru, dan pihak sekolah yang terdampak oleh kejadian ini,” kata Gogot, dalam pernyataan tertulisnya.

Mobil MBG Menabrak Puluhan Siswa
Insiden ini terjadi ketika sebuah mobil milik Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak menerobos pagar sekolah, menabrak puluhan siswa yang tengah mengikuti kegiatan literasi di halaman sekolah.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan mobil tersebut sebenarnya rutin mengantarkan paket makanan gratis, namun saat kejadian, sopir yang mengendarai mobil adalah pengganti. “Sopir pengganti,” ujarnya.

Sopir pengganti berinisial AI bekerja untuk yayasan yang memiliki dua dapur MBG, yaitu SPPG Kalibaru dan SPPG Walangsari. Yayasan ini memiliki dua sopir tetap dan satu sopir pengganti yang baru beberapa hari bertugas menggantikan sopir utama yang sedang berhalangan karena sakit.

Kronologi Insiden
Turah, Wakil Kepala SDN 01 Kalibaru, menjelaskan, sekitar 572 murid sedang berkumpul di halaman sekolah ketika mobil berwarna putih susu itu menabrak pagar. “Mobil menabrak anak-anak yang berada di sisi kiri halaman. Beberapa siswa dan seorang guru tertabrak,” ujarnya.

Sopir segera keluar dari mobil, sementara guru-guru yang selamat langsung mengevakuasi korban dan mengamankan ratusan siswa lainnya ke dalam kelas. Orang tua kemudian dihubungi untuk menjemput anak-anak mereka.

Dugaan Penyebab
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan dugaan utama insiden adalah kurangnya pengalaman sopir pengganti. “Sopir memiliki surat izin mengemudi, tetapi mungkin kurang pengalaman,” jelasnya.

Dadan menambahkan, kondisi jalan yang menanjak membuat sopir panik saat memindahkan gigi sehingga salah menginjak pedal gas. “Mobil dalam kondisi prima dan layak pakai. Mesin dan rem tidak ada masalah. Ini human error,” kata Dadan, menekankan sopir pengganti juga kurang bugar karena kurang tidur.

Jumlah Korban
Sebanyak 22 orang menjadi korban, termasuk seorang guru. Dua siswa mengalami luka serius dan masih dirawat di ruang ICU RSUD Koja, menjalani operasi tulang dan plastik.

9 korban lainnya dirawat di RSUD Koja dan RSUD Cilincing, sedangkan sebelas korban lainnya sudah dipulangkan setelah mendapat perawatan medis.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keselamatan, pengawasan sopir, dan kesiapan darurat ketika kendaraan operasional memasuki area sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *