Uncategorized

Sekjen MUI Sampaikan Tahniah atas Milad UMJ ke-70 Tahun

48
×

Sekjen MUI Sampaikan Tahniah atas Milad UMJ ke-70 Tahun

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., dalam sambutan dalam acara Milad UMJ ke-70 menekankan bahwa perjalanan UMJ ditandai oleh kepemimpinan yang beragam dan adaptif terhadap dinamika sosial-politik. Ia menegaskan bahwa memimpin UMJ bukan sekadar tugas administratif, melainkan tanggung jawab historis.

UMJ dinilai telah berkontribusi besar melalui alumni di berbagai sektor strategis serta keberanian institusional, termasuk keputusan historis pemberian gelar doktor kehormatan kepada Presiden Soekarno.

Memasuki usia tujuh dekade, UMJ berkomitmen memperkuat kolaborasi akademik, pengembangan program studi baru, serta peningkatan daya saing institusi
Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tahun 2025 memasuki usia ke 70.

Sekjen MUI Dr. Amirsyah Tambunan menyaksikan dan menyampaikan tahniah pada Milad ke-70, diperingati dengan berbagai kegiatan, di antaranya orasi ilmiah oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Mendikdasmen Prof.Dr.Abdul Mu’ti, M.Ed.

Ia menekankan pada implementasi tema milad: “Menggerakkan Peradaban, Mencerahkan Bangsa”. Menurut Mukti yang juga Ketua BPH, bahwa UMJ sebagai institusi perguruan tinggi harus mampu nenjadi penggerak peradaban untuk mencerahkan bangsa. UMJ salah satu PTM yang terus tumbuh berkembang sejalan dengan usia 70 tahun.

Oleh karena itu seluruh civitas akademika UMJ harus menjadi penggerak peradaban, mencerahkan Bangsa. Karena itu sinergi, kolaborasi, kontribusi menjadi salah satu kunci sehingga UMJ menjadi akreditasi unggul. Hal ini di sampaikan dalam orasi ilmiah pada Milad UMJ (15 Desember 2025).

Hadir secara virtual oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haidar Nashir. M.Si.Ia menekankan kekuatan utama UMJ terletak pada peneguhan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang harus terinternalisasi dalam aspek pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Nilai-nilai tersebut, tidak boleh berhenti sebagai simbol, melainkan harus menjadi nilai yang hidup dan membentuk karakter civitas akademika.

UMJ: Pelopor Pradaban

UMJ berdiri saat Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Rasyid Sutan Mansur, lebih di kenal A.R. Sutan Mansur, lahir di Maninjau tanggal 15 Desember 1895, wafat 25 Maret 1985. Beliau sedang di usulan menjadi Pahlawan Nasional. Ia merupakan salah seorang dai penulis, akademisi yang juga merupakan Ketua PP Muhammadiyah (1953-1956).

AR Sutan Mansur merupakan seorang tokoh perintis kemerdekaan Indonesia, bahkan pasca Kemerdekaan Indonesia, dia dipilih untuk menduduki kursi Konstituante dari Partai Masyumi. Di partai ini dirinya diberi mandat menjadi Wakil Ketua Majelis Syura pada Muktamar Masyumi keempat.

AR.Sutan Mansur juga seorang akademisi yang memprakarsai berdirinya Fakultas Hukum dan Falsafah di Padang Panjang dan dikembangkan di Jakarta yang menjadi berdirinya Universitas Muhammadiyah Jakarta (1955).
Bagi AR Sutan Mansur lahirnya pradaban karena kuatnya akidah, ibadah dan akhlak mulai.

Oleh karena itu, kata Amirsyah yang juga dosen tetap UMJ, ketika membaca karya AR.Sutan Masur, ia berharap Muhammadiyah sebagai simbol sekaligus sebagai motor penggerak pradaban harus mampu meneguhkan empat pilar dalam insan akademik yakni; kekuatan akidah;

Berikutnya adalah, akhlakul karimah; ketiga, ibadah yang tertib; dan muamalah yang kokoh untuk mencerahkan semesta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *