MuhammadiyahNasionalNews

Bagi Muhammadiyah AUM Pendidikan Bukan Hanya Membumikan Ilmu, Tapi Alat Memanusiakan Manusia

31
×

Bagi Muhammadiyah AUM Pendidikan Bukan Hanya Membumikan Ilmu, Tapi Alat Memanusiakan Manusia

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, panjimas – Ajaran agama Islam begitu kompleks, meniscayakannya sebagai alat memajukan sebuah peradaban jika diterapkan untuk mengatur sebuah kehidupan.

 

Pesan itu didapatkan dari materi Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim dalam Pengajian Tarhib Ramadan 1447 H oleh Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang pada Rabu (4/1).

 

Salah satu ajaran Islam yang dapat dipetik hikmahnya adalah puasa. Melihat puasa dari perspektif kesehatan, Kiai Saad menjelaskan, puasa dapat mengaktifkan proses autofagi yaitu memakan sel-sel mati untuk diremajakan.

 

Bagi Muhammadiyah, Islam dan sains bukan sebuah entitas yang selalu dipertentangkan. Bahkan dalam Risalah Islam Berkemajuan (RIB) di BAB III, Islam Berkemajuan itu salah satunya bersendi pada gerakan ilmu.

 

“Risalah Islam Berkemajuan, yang dipraktekkan berbasis pada Nash dan mendapatkan pembuktian-pembuktian dalam dunia sains sesuai dengan pemahaman berMuhammadiyah,” katanya.

 

Cara Muhammadiyah membumikan ajaran Islam salah satunya melalui gerakan amal, yang oleh Muhammadiyah dilembagakan dengan bentuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

 

Dalam konteks AUM bidang pendidikan, Muhammadiyah terbilang sebagai organisasi yang memiliki institusi pendidikan yang komplit, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar sampai menengah, dan perguruan tinggi.

 

Kiai Saad berpesan, AUM bidang pendidikan bukan hanya untuk membumikan ilmu tapi alat untuk memanusiakan manusia. Di dalamnya anak-anak manusia didik menjadi lebih baik dan mempertebal takwa.

 

Oleh karena itu, dirinya mendorong Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) perbaikan sumber daya manusia. Karena mereka bertugas mendidik anak-anak manusia menjadi insan terbaik yang mengisi masa depan.

 

Sementara itu, Rektor UMPalembang, Abid Jazuli menyampaikan, UMPalembang memiliki tanggung jawab menciptakan insan yang bertaqwa dan berkemajuan. Maka pada bulan Ramadan harus menjadi momentum penting untuk membangun keduanya.

 

“Dalam momentum Ramadhan kali meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan dan salam menahan diri dan ha yang membatalkan puasa dengan suasana kerja yang harmonis,” ungkapnya.

 

Abid juga mengajak semua pihak berkomitmen menjadikan bulan Ramadan melalui UMPaembang sebagai ladang ibadah dan pengabdian untuk jalan mencari rida Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *