BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Mendikdasmen Nyatakan Komitmen Pemerintah Wujudkan Pendidikan Inklusif

15
×

Mendikdasmen Nyatakan Komitmen Pemerintah Wujudkan Pendidikan Inklusif

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah memperkuat pendidikan inklusif guna memberikan layanan bermutu bagi seluruh anak bangsa, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.

 

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat meluncurkan Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Tahun 2026 di SMPN 16 Jakarta, Senin, menekankan bahwa memberikan layanan pendidikan yang setara merupakan kewajiban negara yang harus ditunaikan secara kolektif demi masa depan generasi muda.

 

“Sangat penting dalam rangka kita bersama-sama memenuhi amanat konstitusi, memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua, dan dalam rangka memberikan layanan khusus bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus,” katanya.

 

Ia menyoroti masih adanya tantangan besar di masyarakat, terutama terkait stigma negatif.

 

Ia menyebutkan masih ada pandangan keliru yang menganggap kondisi anak berkebutuhan khusus sebagai aib atau kutukan Tuhan yang memicu pengucilan sosial.

 

Selain persoalan pola pikir, kendala finansial dan kurangnya tenaga pendidik kompeten menjadi hambatan nyata.

 

Saat ini, jumlah guru yang memiliki kompetensi sekaligus dedikasi untuk mendampingi anak-anak eksepsional masih belum mencukupi peningkatan jumlah siswa secara signifikan.

 

Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sekolah inklusif yang memiliki empat model sistem utama, yakni inklusif secara intelektual, fisik, ekonomi, serta sosial. Keempat sistem ini diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang ramah bagi semua kondisi siswa.

 

Ia berharap, lembaga pendidikan mampu menjalankan fungsi sebagai wadah integrasi di mana anak-anak dari berbagai latar belakang dapat berinteraksi dan menyatu tanpa adanya sekat pemisah.

 

“Kami mendorong dengan layanan penidikan inklusif berkeadilan menjadikan sekolah dan ruang-ruang kelas itu sebagai tempat di mana anak-anak Indonesia bertemu,” katanya.

 

Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari komunitas hingga orang tua, untuk mengubah sudut pandang dan meningkatkan komitmen.

 

Menurutnya, melayani anak-anak berkebutuhan khusus suatu kemuliaan luar biasa yang harus didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *