BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Mu’allimaat Lahirkan Generasi Perempuan Tangguh Penggerak Dakwah Muhammadiyah

14
×

Mu’allimaat Lahirkan Generasi Perempuan Tangguh Penggerak Dakwah Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA, panjimas – Pendidikan kader menjadi salah satu pilar penting dalam gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk meyiapkan generasi penerus yang mampu menjawab tantangan zaman.

 

Melalui lembaga pendidikan kader seperti Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terus berupaya melahirkan kader perempuan yang berkemajuan yang memiliki kekuatan ilmu, akhlak, kepemimpinan, dan semangat dakwah.

 

Komitmen tersebut disampaikan Sekertaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah dalam acara Pelepasan Siswi Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026, Madrasah Mu’allimaat Yogyakarta yang digelar di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (9/5).

 

Tri Hastuti menegaskan bahwa Mu’allimaat memiliki peran strategis dalam mencetak kader ulama, pemimpin, dan penggerak dakwah Muhammadiyah yang akan melanjutkan perjuangan persyarikatan di masa depan.

 

“Sebagai lembaga pendidikan, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta tentu menghasilkan kader ulama, pemimpin, dan akan membawa misi gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.

 

Menurut Tri Hastuti, kader-kader persyarikatan ini adalah “anak panah” Muhammadiyah yang dipersiapkan untuk mampu melesat cepat menghadapi berbagai tantangan zaman sekaligus menjadi pelayan umat dan bangsa.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi unggul sebagaimana pesan dari Qs. An-Nisa ayat 9 yang melarang meninggalkan generasi dalam keadaan lemah.

 

“Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka generasi yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,” kutipnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Pembinaan Kader, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Mami Hajaroh menyampaikan apresiasi mendalam khususnya kepada orang tua, jajaran direktur, serta para ustaz dan ustazah yang telah mendampingi proses pendidikan santriwati hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di Mu’allimaat.

 

Ia menyebut kelulusan tahun ini menjadi momen istimewa karena merupakan angkatan ke-100 sekaligus pertama kalinya Mu’allimaat meluluskan kelas internasional dengan kurikulum Cambridge. Selain itu, ia turut mengapresiasi lulusan yang telah berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi di belahan dunia. Menurut Mami, hal tersebut adalah capaian positif dimana gerakan dakwah dan internasionalisasi Muhammadiyah dapat terjalankan secara baik di institusi perkaderan seperti Mu’allimaat.

 

“Selamat bagi Mu’allimat. Ini pertama kalinya Mu’allimat meluluskan kelas Internasionalnya dengan kurikulum yang terstandarisasi Cambridge. Beberapa lulusan Mu’allimaat juga telah diterima dan tersebar di perguruan tinggi luar negeri, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Eropa dan China,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Unik Rasyidah, Berpesan kepada para lulusan agar terus menjaga iman dan ilmu sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan.

Ia menegaskan bahwa ilmu dan agama harus berjalan beriringan agar kehidupan tetap terarah. Unik juga mengutip motivasi dari Albert Einstein bahwa “ilmu tanpa agama akan pincang, dan agama tanpa ilmu akan menjadi buta”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *