BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Abdya Gelar Tabligh Akbar, Hilman Latief Serukan Penguatan Gerakan Berkemajuan

45
×

Muhammadiyah Abdya Gelar Tabligh Akbar, Hilman Latief Serukan Penguatan Gerakan Berkemajuan

Sebarkan artikel ini

Blangpidie, panjimas – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Tabligh Akbar di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Masjid At-Taqwa Blangpidie, Ahad (10/5/2026). Kegiatan itu menghadirkan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, Ph.D sebagai pemateri utama.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Abdya Safaruddin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, serta pengurus Muhammadiyah dari Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Nagan Raya. Sejumlah pimpinan cabang Muhammadiyah se-Abdya juga tampak hadir dalam pengajian akbar itu.

 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Abdya, Nazli Hasan, mengatakan agenda menghadirkan Hilman Latief sebenarnya telah direncanakan sejak November 2025. Namun pelaksanaannya sempat tertunda akibat bencana alam yang melanda Aceh.

 

Baca Juga:

Bupati Abdya Dorong Muhammadiyah Buka Prodi Pertanian dan Perikanan saat Tabligh Akbar

“Kehadiran Prof Hilman kami harapkan membawa semangat baru bagi warga Muhammadiyah Abdya,” kata Nazli dalam sambutannya.

 

Ia menyebut tabligh akbar itu mengusung tema Melestarikan Ukhuwah, Mengokohkan Persyarikatan dan Memajukan Aceh Barat Daya. Menurut dia, kegiatan tersebut bukan hanya forum pengajian, tetapi juga ruang konsolidasi organisasi dan penguatan peran Muhammadiyah dalam pembangunan daerah.

 

Dalam tausiahnya, Prof Hilman Latief menekankan pentingnya penguatan ideologi gerakan Muhammadiyah hingga tingkat cabang dan ranting. Menurut dia, kemampuan Muhammadiyah bertahan lebih dari satu abad tidak lepas dari adanya visi kolektif dan budaya organisasi yang terjaga.

Hilman mengatakan Muhammadiyah tidak hanya bergerak dalam bidang dakwah, tetapi juga tajdid, pendidikan, ilmu pengetahuan, hingga pelayanan sosial, sesuai dengan Risalah Islam Berkemajuan. Karena itu, ia menilai amal usaha Muhammadiyah harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

“Bangun kepercayaan, perbaiki layanan, dan ubah cara pandang. Dalam tajdid harus ada amal usaha Muhammadiyah baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata mantan Ketua Lazismu itu.

Menurutnya, Muhammadiyah di daerah tidak boleh hanya bertumpu pada model dakwah konvensional, tetapi juga harus memperkuat sektor pendidikan, ekonomi umat, dan pelayanan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Muhammadiyah harus mengambil peran strategis sebagai kekuatan sipil melalui amal usaha profesional yang berdampak bagi masyarakat,” tekannya.

 

Dalam rangkaian kunjungannya ke Abdya, Prof Hilman Latief juga mengunjungi STKIP dan STIT Muhammadiyah Abdya di Kompleks Pendidikan Padang Meurante, Gampong Ujong Padang, Kecamatan Susoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *