BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Masa Depan Kampus Muhammadiyah Ditentukan oleh Kiprah Alumni di Tengah Masyarakat

26
×

Masa Depan Kampus Muhammadiyah Ditentukan oleh Kiprah Alumni di Tengah Masyarakat

Sebarkan artikel ini

MALANG, panjimas — Sebanyak 1.601 mahasiswa dari 59 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) menyelesaikan seluruh rangkaian Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAS) di Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut resmi ditutup melalui agenda penarikan mahasiswa dan Expo KKN MAS yang berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (31/8).

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa KKN telah menjadi tradisi yang terus dijalankan UMM sejak 1987. Menurutnya, KKN merupakan bagian penting dalam menjalankan misi perguruan tinggi yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Tradisi KKN UMM sudah dimulai sejak 1987. Ini merupakan tradisi yang tidak pernah putus dalam rangka melengkapi misi perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Muhadjir, Senin (31/8).

Ia menjelaskan, KKN di UMM dikenal sebagai KKN Terpadu karena melibatkan berbagai komponen, mulai dari perguruan tinggi, mahasiswa lintas disiplin ilmu, masyarakat, hingga pemerintah daerah.

Menurut Muhadjir, konsep KKN Terpadu tersebut merupakan salah satu pesan yang diwariskan almarhum Prof. Malik Fadjar. KKN tidak semata-mata dipahami sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga harus terintegrasi dengan penelitian dan pendidikan.

“KKN UMM itu tidak murni pengabdian masyarakat saja, tetapi harus disertai dengan penelitian dan dalam rangka untuk melaksanakan kegiatan akademik, terutama untuk mengedukasi masyarakat yang ada di lokasi KKN itu,” jelasnya.

Dengan konsep tersebut, KKN diharapkan mampu memadukan tugas mahasiswa dalam melakukan penelitian, memberikan edukasi, sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Pelaksanaannya juga melibatkan berbagai unsur, seperti pemerintah daerah, organisasi sosial dan keagamaan, serta masyarakat setempat.

Di hadapan mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKN, Muhadjir berpesan agar pengalaman selama berada di tengah masyarakat dapat menjadi bekal berharga setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Ia berharap mahasiswa dapat membawa pengalaman tersebut ke dalam kehidupan setelah lulus, terutama dalam membangun kemampuan bersosialisasi dan beradaptasi dengan berbagai lingkungan.

“Pesan saya kepada anak-anak yang telah menyelesaikan program KKN ini, betul-betul bisa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga untuk bekal kemudian nanti ketika selesai dari UMM. Dengan pengalaman itu, akan mudah bersosialisasi, beradaptasi, dan mudah mendapatkan inspirasi selama berada di lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Muhadjir juga menyampaikan rasa bangganya kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKN tersebut. Menurutnya, keberhasilan UMM pada masa mendatang tidak terlepas dari bagaimana para alumninya membawa diri dan berkontribusi di tengah masyarakat.

“Saya bangga dengan kalian. Saya berharap banyak terhadap kalian karena masa depan UMM akan ditentukan oleh bagaimana alumni-alumninya membawakan diri, performanya, penampilannya, serta keberhasilannya di masyarakat,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *