NasionalNewsOpini

Suara ‘Aisyiyah: Misi Islam Berkemajuan dan Kemanusiaan Universal

12
×

Suara ‘Aisyiyah: Misi Islam Berkemajuan dan Kemanusiaan Universal

Sebarkan artikel ini

Oleh: Siti Noordjannah Djohantini*

 

Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Suara ‘Aisyiyah yang berikhtiar secara sungguh-sungguh, untuk memastikan dan memajukan agar Suara ‘Aisyiyah tetap berkembang dan dicintai oleh warga ‘Aisyiyah, keluarga besar persyarikatan, dan masyarakat luas.

 

Kita berharap Suara ‘Aisyiyah ini nantinya akan juga dicintai dan mendapatkan perhatian dari generasi milenial. Oleh karena itu, menjadi penting untuk menggali apa saja yang akan menjadi masukan bagi kepentingan pengembangan Suara ‘Aisyiyah ke depannya.

 

Tantangan di era digital ini sangat luar biasa untuk bisa terus bertahan bagi media dakwah atau majalah yang usia nya hampir satu abad ini. Kemunculan Suara ‘Aisyiyah juga tidak lepas dari peran Suara Muhammadiyah. Karena embrio Suara ‘Aisyiyah juga diawali dari lembaran Isteri Islam dalam Suara Muhammadiyah.

 

Hal tersebut juga menunjukkan makna yang begitu mendalam dari keberlangsungan Suara ‘Aisyiyah. Bukan sekedar bahwa majalah ini dapat hadir sampai saat ini, tetapi majalah ini telah menjadi bagian dari media dakwah persyarikatan termasuk juga ‘Aisyiyah.

 

Kehadiran Suara ‘Aisyiyah juga terkait dengan bagaimana persyarikatan Muhammadiyah memaknai kemuliaan laki-laki dan perempuan, serta keinginan untuk memajukan laki-laki maupun perempuan.

 

Muhammadiyah memandang penting adanya Suara ‘Aisyiyah agar para perempuan-perempuan yang memiliki potensi luar biasa dapat memiliki media untuk kepentingan dakwah persyarikatan.

 

Membesarkan Dakwah lewat Media

Hampir satu abad Suara ‘Aisyiyah, tentu dinamika perjalanannya begitu rupa. Namun kita tetap bersyukur bahwa majalah ini dapat bertahan dengan pesan awal kesejarahan yang membawa misi Islam yang berkemajuan. Termasuk membawa misi perempuan berkemajuan, membawa misi kesejahteraan umat, dan kemanusiaan universal.

 

Ada hal yang menarik dari tulisan Sejarah ‘Aisyiyah, bagaimana para pimpinan redaksi mengikhtiarkan keberlangsungan Suara ‘Aisyiyah, termasuk dengan cara yang agak provokatif.

 

Di hadapan peserta kongres, yang berarti menempatkan Suara ‘Aisyiyah sebagai media yang penting dan mendapatkan perhatian, Siti Hayinah mengatakan, kalau memang Suara ‘Aisyiyah ini tidak dipandang penting, ayo kita tenggelamkan saja bersama-sama.

 

Tetapi kenyataanya, pada saat itu majalah ini dipandang penting, dan semua berikhtiar untuk menjaganya. Pernyataan para tokoh awal ‘Aisyiyah yang sedemikian rupa menunjukkan bagaimana kita harus membesarkan dakwah ‘Aisyiyah melalui media yang kita cintai ini.

 

Baca Juga: Jelang 1 Abad Suara Aisyiyah: Potret Perjalanan Suara Aisyiyah

 

Kalau kita berbicara Suara ‘Aisyiyah, sebenarnya kita sedang berbicara ‘Aisyiyah. Melalui Suara ‘Aisyiyah akan tampak dinamika gerakan perempuan Indonesia. Yaitu saat ‘Aisyiyah menjadi salah satu inisiator penggerak tonggak pergerakan perempuan di Indonesia melalui Kongres Perempuan Indonesia.

 

Suara ‘Aisyiyah menjadi salah satu media yang menyuarakannya, karena waktu itu belum banyak media dari gerakan perempuan. Kongres tersebut menjadi tempat untuk menyiarkan isu-isu maupun terjadinya dialog-dialog mengenai perjuangan perempuan Indonesia. Problem yang dibicarakan luar biasa, bahkan sampai sekarang masih berlanjut, dan ini menjadi keprihatinan kita.

 

Artinya, dakwah kita belum selesai terkait dengan ikhtiar kita untuk penguatan perempuan, perlindungan hak-hak perempuan, anak dan keluarga. Oleh karena itu, Suara ‘Aisyiyah harus kita cintai, terutama pimpinan dan warga ‘Aisyiyah.

 

Menjaga Ikhtiar Sungguh-Sungguh untuk Keberlangsungan SA

Bagi saya, belum sah menjadi warga ‘Aisyiyah atau Pimpinan ‘Aisyiyah kalau tidak rutin membaca Suara ‘Aiyiyah. Di sana banyak pedoman, panduan berorganisasi, keputusan organisasi, wawasan, dan bagaimana kita menghadapi isu-isu aktual yang sangat penting, dan harus menjadi perhatian kita bersama.

 

Bagi para Pimpinan Suara ‘Aisyiyah agar mengikhtiarkan dengan sungguh-sungguh keberlangsungan dan peran strategis Suara ‘Aisyiyah. Kesungguhan para tokoh-tokoh ‘Aisyiyah di masa awal berdiri dengan perjuangannya yang luar biasa dapat menjadi teladan.

 

Tentu setiap zaman mengalami dinamika yang berbeda. Tetapi yang namanya kesungguhan, yang namanya berjihad, itu tidak ada bedanya antara yang awal dengan yang akhir. Maka kata Allah, kalau kita berjihad dengan sungguh-sungguh maka Allah akan memberi jalan.

 

Suara ‘Aiyiyah ini menjadi bagian dari jihad kita untuk mensyiarkan dakwah Islam guna menjadi pedoman dan memberi manfaat yang luas. Jadi harus sungguh-sungguh, bagaimana Suara ‘Aisyiyah ini tetap memberi manfaat yang luas.

 

*Ketua Umum PP ‘Aisyiyah periode 2010-2015 dan 2015-2022

*Tulisan ini disampaikan oleh Noordjannah Djohantini dalam Webinar Suara ‘Aisyiyah dengan tema “Arah dan Tantangan Media Dakwah di era Virtual”. Kemudian terbit di Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 10, Edisi Milad ke-95 tahun 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *