BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Abdul Mu’ti Jadi Menteri Terbaik Survei Arawicaksa, Dinilai Publik Menonjol dalam Gebrakan dan Terobosan

29
×

Abdul Mu’ti Jadi Menteri Terbaik Survei Arawicaksa, Dinilai Publik Menonjol dalam Gebrakan dan Terobosan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menempati posisi teratas dalam penilaian publik terhadap kinerja menteri Kabinet Merah Putih.

 

Temuan survei Arawicaksa Institute menunjukkan Abdul Mu’ti memperoleh skor 8,1 dari skala 0–10, disusul Amran dengan skor 8,0, menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

 

Peneliti senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono mengatakan, sejumlah menteri dinilai menonjol berkat gebrakan dan terobosan yang turut menjaga citra pemerintahan Prabowo-Gibran.

 

“Publik menyoroti kinerja sejumlah menteri dengan gebrakan dan terobosan yang membantu terjaganya citra pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Rudi dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (13/10).

 

Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo, stabilitas politik relatif terjaga dengan dukungan koalisi partai yang besar.

 

Pemerintah juga beberapa kali melakukan perombakan kabinet dengan mengganti sejumlah menteri dan pejabat strategis.

 

 

Menurut Rudi, fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan diterjemahkan melalui program revitalisasi sekolah yang dijalankan secara masif.

 

Sepanjang 2025, sebanyak 16.617 sekolah menjadi sasaran program revitalisasi, mencakup perbaikan gedung dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.

 

 

Pada 2026, sasaran program diperluas menjadi 71.744 sekolah, termasuk sekolah yang terdampak bencana serta sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

 

Abdul Mu’ti juga mendorong peningkatan kemampuan dasar siswa. Data yang disampaikan Arawicaksa mencatat skor literasi sains yang mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA) sebesar 389 pada 2022 dan 389 pada periode pembanding yang disebutkan dalam rilis. Sementara itu, skor literasi membaca naik dari 359 menjadi 365.

 

“Hanya saja tantangan masih membayangi pada skor matematika, yang melemah dari 366 menjadi 364, menunjukkan masih beratnya persoalan pendidikan di Indonesia,” ujar Rudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *