BeritaInternasionalMUINasionalNews

Melalui Program PWDI 2026 MUI Perkuat Diplomasi Keagamaan Indonesia–Mesir

92
×

Melalui Program PWDI 2026 MUI Perkuat Diplomasi Keagamaan Indonesia–Mesir

Sebarkan artikel ini

KAIRO, panjimas — Majelis Ulama Indonnesia melalui Program Pengembangan Wawasan Dai Internasional (PWDI) 20226 yang diselenggarakan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong penguatan diplomasi keagamaan Indonesia melalui kemitraan dengan lembaga strategis di Mesir. Program ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan para dai, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret di bidang pendidikan Islam dan pemberdayaan umat.

Direktur Program PWD Internasional, KH. Khariri Makmun, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan para tokoh ulama peserta program dengan jajaran diplomat Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Mesir, Rabu (28/10/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Minister/Koordinator Fungsi Ekonomi
Hendra Satya Pramana, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Mutaali, serta Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya Nur Salim.

Menurut Khariri Makmun, diplomasi keagamaan menjadi instrumen penting untuk mempererat hubungan antarnegara, terutama di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah dan tantangan dunia Islam kontemporer. Hubungan historis Indonesia dan Mesir, yang selama ini terjalin melalui pendidikan dan pertukaran keilmuan, perlu dikembangkan menjadi kemitraan yang lebih terarah.

“Program ini bukan sekadar kunjungan akademik atau silaturahmi ulama. Kami ingin menjadikan dialog dengan lembaga-lembaga strategis di Mesir sebagai pintu masuk bagi kerja sama berkelanjutan, khususnya dalam penguatan dakwah, pendidikan, dan pengembangan umat,” ujar Khariri.

Usulan beasiswa mahasiswa Indonesia

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam diskusi di KBRI Kairo ialah penjajakan kerja sama antara Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Bait az-Zakat wa as-Sadaqat Al-Azhar. Kolaborasi tersebut diusulkan untuk ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), termasuk dalam pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir.

Usulan ini dinilai penting seiring meningkatnya jumlah mahasiswa Indonesia di Mesir. Sejumlah pemberitaan pada 2026 menyebutkan jumlah mahasiswa Indonesia di negara tersebut telah melampaui 20.000 orang, sebagian besar menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar.

Kerja sama lembaga wakaf dan zakat berpotensi memperluas akses pembiayaan pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan. Jika direalisasikan, kemitraan ini dapat mencakup mekanisme seleksi penerima, tata kelola dana, dan evaluasi program agar bantuan tepat sasaran.

Mesir sebagai mitra strategis

Mesir memiliki posisi strategis di Timur Tengah, baik sebagai pusat keilmuan Islam maupun sebagai mitra perdagangan Indonesia. Data Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 2,38 miliar dollar AS sepanjang 2025.

Melalui PWDI Internasional, MUI berharap hubungan Indonesia–Mesir semakin berkembang melalui kerja sama yang terukur dan berkelanjutan. Diplomasi keagamaan diharapkan tidak berhenti pada pertemuan antartokoh, tetapi mampu membangun jembatan pendidikan, pengetahuan, dan solidaritas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *