Jakarta, panjimas – Komnas Lansia yang dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 22/M Tahun 2012 dibubarkan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 tahun 2020 yang diteken oleh Presiden Joko Widodo pada 26 November 2020.
Topik ini kemudian diangkat dalam Diskusi Nasional Perempuan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).
Ketua Panitia Diskusi Nasional ICMI, Hj Nofiarti, SE MM dalam diskusi ini berharap terwujudnya percepatan dipulihkan kembali Komnas Lansia di Indonesia.
“Kita sangat berharap agar Komnas Lansia bisa ada berfungsi lagi. Sebab kita menginginkan Indonesia menjadi Ramah Lansia dan Lansia itu harus Sehat dan Bahagia,” ujar Nofiarti kepada media, (28/5/25).

Diskusi Nasional Perempuan ICMI dengan tema “Terwujudnya Percepatan Pemulihan Komisi Nasional Lanjut Usia (Komnas Lansia)” digelar dalam rangka memperingati Hari Lansia Nasional, pada Rabu, 28 Mei 2025 di Gedung ICMI, Jalan Warung Jati Timur Nomor 1, Jakarta Selatan.
Dr Marwah Daud Ibrahim, MA (Dewan Kehormatan ICMI) sebagai salah seorang narasumber Diskusi Nasional Perempuan ICMI, menyampaikan langkah-langkah strategis terkait upaya pemulihan Komnas Lansia.
Sebagai seorang lansia, Marwah Daud Ibrahim juga berbagi pengalaman positif.
“Pelayanan transportasi di Jakarta mulai memprioritaskan hak-hak lansia,” ungkapnya.
Marwah Daud Ibrahim mengajak para hadirin untuk berperan aktif dalam mendorong terwujudnya kembali Komnas Lansia agar hak-hak lansia dapat terpenuhi secara menyeluruh.
Nara sumber lainnya, Ketua Umum Perempuan ICMI, Dr Hj Welya Safitri, MSi, menyampaikan bahwa Perempuan ICMI sangat konsen terhadap isu lansia.
“Salah satu bentuk kegiatannya adalah penyelenggaraan Pesantren Kilat Lansia yang telah dilakukan lebih dari 60 kali, dengan alumni lebih dari 1.400 orang,” jelasnya.
Oleh karena itu, Welya Safitri lantas menginisiasi pembangunan Kampung Lansia Husnul Khatimah di Villa Salak, Bogor, yang menjadi “One Stop Solution” bagi lansia.
Di dalamnya terdapat fasilitas seperti Senior Living, Al-Qur’an Learning Senior Living, Islamic Senior Living, Sekolah Perawat Lansia Indonesia, Pemakaman, dan Thibbun Nabawi.
Fasilitas ini diharapkan dapat diduplikasi oleh Perempuan ICMI di berbagai daerah dan menjadi prototipe nasional bagi ICMI Pusat.
Diskusi Nasional Perempuann ICMI dihadiri berbagai perwakilan organisasi dan diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring).
Diskusi berlangsung selama empat jam, dari pukul 13.30 hingga 17.30 WIB, karena peserta sangat antusias mengikuti paparan para narasumber dan aktif terlibat dalam diskusi.
Beberapa isu penting yang mengemuka antara lain: basis data yang belum valid karena banyak lansia yang belum memiliki e-KTP, bantuan sosial yang belum tepat sasaran terutama kepada lansia miskin.
Selain itu juga perlakuan dari keluarga yang tidak memberikan fasilitas yang layak kepada lansia, baik orang tua biologis maupun ideologis mereka.
Selain Marwah Daud Ibrahim dan Welya Safitri, narasumber lainnya adalah Direktur CIDES (Centre for Information and Development Studies) ICMI, dengan moderator Dita.













