Jakarta, panjimas – Upaya mendorong pertumbuhan industri halal nasional kembali dilakukan pemerintah khususnya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ( BPJPH ) melalui penyelenggaraan Indonesia Internasional Halal Festival 2025 yang akan digelar pada 20-22 Juni mendatang di Jakarta Internasional Convention Center (JICC).
Seperti yang disampaikan pada siaran pers Kepala BPJPH, Haikal Hassan dalam ajang berskala Internasional ini, BPJPH menampilkan puluhan pelaku usaha besar menengah hingga kecil dan mikro yang telah bersertifikat halal. Selain itu juga telah terdaftar beberapa Lembaga Pemeriksa Halal ( LPH) serta Lembaga Pendamping Proses Produk Halal ( LP3H) yang hadir di ajang IIHF tersebut karena BPJPH menargetkan akan membagikan untuk didampingi 10 ribu sertifikat halal gratis kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) .
“Acara ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal yang dinamis dan inklusif serta terbuka untuk semua. Karena memang halal for everyone,” ujar Kepala BPJPH, Haikal Hassan pada Kamis, (12/6).
Tercatat antara lain LPH Mutu Harmoni Internasional, LPH LPPPOM , LPH ID Survey serta LPH ESQ . Sementara LP3H yang ikuti IIHF adalah LP3H ESQ serta Ikatan Pesantren Indonesia.
Lebih lanjut Kepala BPJPH itu juga menyampaikan bahwa dalam seharinya akan ada sekitar 8 ribuan pengunjung dalam acara berskala Internasional tersebut. “ IIHF 2025 juga akan diikuti peserta dari luar negeri seperti dari Korea Selatan , Australia, Amerika Serikat , New Zealand dan Malaysia dan India. Begitu pula distributor dan importir produk halal daging salah satu terbesar di Indonesia PT Suri Nusantara Jaya dipastikan jadi partisipan IIHF 2025 .
Tidak hanya sekadar bazar atau pameran produk, acara juga akan diramaikan oleh seminar kewirausahaan, talkshow sosialialisasi seputar bisnis halal, , hingga kajian Islami yang menghadirkan pembicara publik dan tokoh keagamaan yang kondang seperti Ustadz Dennis Lim
Babe Haikal menegaskan selain memperkuat posisi produk halal di pasar domestik, festival ini juga diarahkan untuk mempercepat peningkatan peringkat Indonesia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI), sebagaimana tercantum dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE). “ Itulah mengapa kami mengundang dan telah disambut baik para pelaku usaha internasional “ ujar Haikal. “ Ayo kami mengajak para pelaku usaha untuk ikut serta karena masih tersisa beberapa booth yang bisa dimanfaatkan “ Ujar Babe.
Pemerintah menargetkan agar Indonesia mampu menempati posisi teratas sebagai eksportir produk halal dunia dalam beberapa tahun ke depan.
“Sertifikasi halal yang diberikan dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMK di pasar karens kepemilikan sertifikat halal bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi nilai tambah yang dibutuhkan dalam ekspansi bisnis ke pasar yang lebih luas, termasuk internasional” pungkas Babe Haikal













