MuhammadiyahNasionalNews

KHGT Diluncurkan : Muhammadiyah Tawarkan Solusi Global untuk Kesatuan Umat Islam

32
×

KHGT Diluncurkan : Muhammadiyah Tawarkan Solusi Global untuk Kesatuan Umat Islam

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, Muhammadiyah melangkah pasti. Rabu (25/6/2025), di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, organisasi Islam terbesar kedua di dunia ini secara resmi meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Tak sekadar agenda astronomi, KHGT dimaknai sebagai tonggak peradaban baru. Ia lahir dari semangat keilmuan, visi keumatan, dan panggilan sejarah untuk menyatukan waktu umat Islam di seluruh dunia.

Suasana haru dan antusias tampak menyelimuti peluncuran KHGT yang dihadiri tokoh-tokoh penting dari dalam dan luar negeri. Di atas podium, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan pidato kunci yang menggugah.

“Hari ini adalah hari bersejarah,” ucap Haedar. “Muhammadiyah menghadirkan KHGT untuk menegaskan peran dan posisinya di tengah globalisasi yang tak terelakkan. Islam adalah agama kosmopolitan yang mengandung nilai-nilai universal, rahmatanlilalamin, yang ditujukan untuk seluruh alam.”

Haedar menegaskan, sejarah telah menunjukkan bahwa Islam mampu melintasi batas-batas geografis: dari Jazirah Arab, Eropa, hingga Asia Timur dan Tenggara. Maka, kesatuan waktu, menurutnya, bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan mutlak.

“KHGT bukan sekadar agenda astronomi,” lanjutnya. “Ia adalah wujud nyata dari semangat Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Sebuah langkah maju untuk membayar utang peradaban yang terlalu lama tertunda.”

KHGT, menurut Haedar, juga menjadi simbol bahwa Islam tetap dan akan selalu relevan, visioner, dan universal. Ia pun mengajak umat Islam melepaskan ego sektoral demi tujuan yang lebih besar: kesatuan umat dalam waktu.

“Bila perlu, hilangkan nama Muhammadiyah, dan jangan ingat-ingat nama Muhammadiyah,” tegasnya. “Tapi mari bersatu untuk satu hari, satu tanggal yang sama, bagi seluruh kawasan dunia Islam.”

Buah Kajian, Bukan Sekadar Gagasan
KHGT bukan hasil gagasan semalam. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, menjelaskan bahwa peluncuran KHGT merupakan hasil kajian mendalam yang telah diputuskan dalam Musyawarah Nasional ke-32 pada Februari 2024. Muhammadiyah mengadopsi prinsip Muktamar Turki 2016 yang memenuhi syarat syariat Islam dan didukung pendekatan ilmiah mutakhir.

“Selama 14 abad sejarah Islam, belum ada sistem kalender Islam yang berlaku secara global dan unifikatif. KHGT hadir untuk mewujudkan kesatuan waktu bagi umat Islam di seluruh dunia,” ujar Hamim.

Tiga prinsip utama mendasari KHGT:

Keseragaman hari dan tanggal di seluruh dunia,

Penggunaan hisab (perhitungan astronomi) sebagai metode penentuan waktu,

Kesatuan matlak, yakni menganggap seluruh bumi sebagai satu zona waktu kalender Islam.

Untuk mendukungnya, Muhammadiyah meluncurkan tiga perangkat lunak berbasis ilmu falak:

Hisab Muhammadiyah untuk komputer,

Aplikasi web: khgt.muhammadiyah.or.id,

MASA, aplikasi Android dengan tampilan visual interaktif.

Ketiga aplikasi ini tersedia dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris—membuktikan niat Muhammadiyah untuk menjangkau umat Islam secara global.

Dukungan Internasional Mengalir
KHGT bukan proyek lokal. Dukungan internasional berdatangan, memperkuat legitimasi dan harapan bahwa kesatuan waktu umat Islam bukan sekadar utopia.

Dr. Mehmet Ekim dari High Council of The Directorate of Religious Affairs, Republik Turki, hadir langsung mewakili negaranya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam:

“Inisiatif ini bukan hanya acara ilmiah atau organisasi, tetapi juga pesan kuat bahwa persatuan umat Islam bukanlah mimpi yang jauh, melainkan sesuatu yang mungkin jika niat tulus dan usaha terpadu.”

Ia juga menyampaikan salam dan dukungan dari Prof. Dr. Ali Erbaş dan Prof. Dr. Abdurrahman Haçkalı, dua tokoh penting di Dewan Tinggi Urusan Agama Turki.

Dukungan juga datang dari Tarig Ali Bakheet, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk Urusan Kemanusiaan, Sosial, Budaya, dan Keluarga. Ia menyebut Yogyakarta sebagai “pusat pembelajaran Islam dan warisan budaya”, dan KHGT sebagai inisiatif berbasis ilmu pengetahuan sekaligus inspirasi keimanan.

“Kekuatan institusi Muhammadiyah menjadikannya unik untuk memengaruhi dan memandu reformasi dunia Islam, termasuk melalui inisiatif kalender terpadu ini,” puji Tarig.

Momentum Peradaban Baru
Peluncuran KHGT ditandai dengan simbolisasi bersama oleh Haedar Nashir, Hamim Ilyas, dan Dr. Mehmet Ekim. Dari panggung yang sederhana di jantung Yogyakarta, gaungnya menggema hingga lintas benua.

Hadir dalam acara ini para pejabat dari Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri RI, duta besar negara-negara Islam, organisasi keislaman Indonesia, pakar falak internasional, pimpinan wilayah Muhammadiyah se-Indonesia, serta perwakilan amal usaha dan organisasi otonom.

KHGT menjadi bukti bahwa Muhammadiyah tidak hanya aktif dalam pelayanan pendidikan dan kesehatan, tetapi juga terlibat dalam kerja-kerja peradaban global. Sebuah kalender bukan lagi sekadar alat penanda waktu, melainkan simbol persatuan, semangat ijtihad, dan kesadaran bersama akan pentingnya satu waktu untuk satu umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *