News

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Diperkenalkan ke Direktur Sekretariat SEAMEO

33
×

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Diperkenalkan ke Direktur Sekretariat SEAMEO

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Direktur Sekretariat SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization), Datuk Habibah Abdul Rahim, berkunjung ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Kamis (16/1/25). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memperkenalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai salah satu program prioritas Kemendikdasmen.

Kunjungan Datuk Habibah ini diterima langsung oleh Menteri Mu’ti yang didampingi oleh jajaran pejabat tinggi Kemendikdasmen. Turut hadir pula 7 Direktur SEAMEO Centre yang berada di Indonesia serta tim Sekretariat SEAMEO.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti memaparkan visi misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang dikenal sebagai Asta Cita. “Salah satunya adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” tutur Menteri Mu’ti.

Dia kemudian menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan Kemendikdasmen dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. Di antaranya adalah penguatan pendidikan karakter dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), program wajib belajar 13 tahun, peningkatan kapasitas guru, dan perhatian khusus pada pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) serta pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti memperkenalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai program unggulan Kemendikdasmen dalam mempersiapkan generasi emas 2045. Gerakan ini mendorong anak-anak untuk membiasakan diri dengan 7 kebiasaan positif: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat.

“Kebiasaan ini diharapkan agar dapat mengubah anak-anak Indonesia dari kegiatan yang selalu berfokus pada gawai yang mempengaruhi pola interaksi dan karakter serta kesehatan mental generasi muda,” ucap Mendikdasmen.

Direktur Sekretariat SEAMEO, Datuk Habibah Abdul Rahim, menyambut baik program-program Kemendikdasmen dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung pemerintah Indonesia. Dia juga memaparkan beberapa peluang kerja sama, salah satunya melalui program SEA-PLM (Southeast Asia Primary Learning Metrics).

“SEA-PLM tidak hanya untuk penilaian keterampilan tetapi juga penilaian pada literasi dan numerasi anak-anak sekolah di Indonesia,” ujar Datuk Habibah. Program ini, jelasnya, merupakan inisiatif bersama antara UNICEF East Asia and Pacific Regional Office (UNICEF EAPRO), SEAMEO, dan didukung oleh ASEAN Secretariat melalui ASEAN-Korea Cooperation Fund (AKCF).

Selain SEA-PLM, Datuk Habibah juga menawarkan kerja sama melalui program SEA DREAM yang berfokus pada kolaborasi ilmiah dan kepemimpinan penelitian untuk mengatasi ancaman kesehatan, termasuk penyakit menular, perubahan iklim, kesehatan mental, dan sistem kesehatan di Asia Tenggara.

Sebagai penutup, Datuk Habibah mengundang Menteri Mu’ti untuk menghadiri pertemuan rutin dua tahunan Menteri Pendidikan negara anggota SEAMEO di Brunei Darussalam pada Juni 2025 mendatang. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kerja sama SEAMEO di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *