NasionalNews

Senam Anak Indonesia Hebat Menjadi Pembuka Acara Tablig Akbar UMM Bersama Mendikdasmen

38

Malang, panjimas – Tablig Akbar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Jumat (7/2/2025) berlangsung meriah. Acara yang bertajuk Internalisasi Nilai Islam dalam Pembentukan Karakter Muslim Berkemajuan ini dihadiri oleh ribuan peserta, termasuk pimpinan Muhammadiyah se-Malang Raya.

Momen menarik terjadi saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., ikut serta dalam senam bersama ratusan siswa sekolah dasar.

Senam Anak Indonesia Hebat menjadi pembuka acara yang penuh semangat. Tak hanya itu, para siswa juga menampilkan beragam bakat, mulai dari pembacaan puisi bilingual, pertunjukan band, hingga permainan karawitan. Keterlibatan anak-anak ini memberikan warna tersendiri bagi Tabligh Akbar, menjadikannya lebih dinamis dan inspiratif.

Tiga Ciri Islam Berkemajuan
Dalam ceramahnya, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya memahami Islam secara universal. Ia menekankan bahwa nilai-nilai Islam harus mampu memberikan makna yang mendorong umat untuk terus maju.

“Nilai memberikan suatu makna yang dapat memberikan dorongan untuk melangkah lebih maju ke depan. Sebagaimana risalah Islam rahmatanlilalamin, kita harus bisa mengaktualisasikan nilai-nilai Islam sebagai substansi yang dapat diterima oleh hampir semua budaya dan manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan konsep Islam berkemajuan sebagai dasar pemikiran Muhammadiyah. Menurutnya, ada tiga ciri utama dalam Islam berkemajuan. Yang pertama dan paling utama adalah tauhid yang murni. Tauhid ini, kata Mu’ti, tidak hanya berkaitan dengan keyakinan kepada Allah, tetapi juga mencakup nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan, sosial, dan peradaban.

“Tauhid mendorong manusia untuk maju sehingga Islam mampu menggeser pandangan manusia unggul yang dilihat dari prestise ke arah prestasi melalui iman dan takwa,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sikap positif terhadap ilmu. Seorang muslim berkemajuan harus tidak hanya taat menjalankan syariat agama, tetapi juga memiliki semangat dalam mencari dan mengamalkan ilmu. Ia menambahkan bahwa ilmu tanpa iman tidak akan cukup, termasuk dalam bidang ekonomi.

“Ekonomi yang mengandalkan ilmu pengetahuan akan lebih berjaya dalam segala aspek. Maka, menuntut ilmu dan mengamalkannya merupakan hal penting. Muslim berkemajuan adalah muslim yang knowledgeable, serba bisa, humble, dan rendah hati,” paparnya, dikutop dari siaran pers Humas UMM yang diterima media, Jumat (7/2/25) malam.

Sambutan Hangat Rektor UMM
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., turut menyambut hangat kehadiran Prof. Abdul Mu’ti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia menegaskan Tablig Akbar ini merupakan tradisi UMM untuk mempererat ukhuwah Islamiah dan memperkuat nilai-nilai Islam berkemajuan di kalangan sivitas akademika.

“UMM secara konsisten melakukan pengembangan SDM di lingkungan kampus. Hal ini merupakan upaya untuk menginternalisasikan nilai Islam berkemajuan kepada seluruh sivitas akademika. Saya berharap, Tabligh Akbar ini menjadi salah satu ciri khas UMM yang terbuka kepada seluruh warga muslim dan Muhammadiyah,” tutupnya.

Tabligh Akbar UMM tahun ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum bagi peserta untuk memahami lebih dalam nilai-nilai Islam yang berkemajuan. Keterlibatan anak-anak dalam berbagai aktivitas juga menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat ditanamkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan inspiratif

Exit mobile version