NasionalNews

Babe Haikal : Bertarung Politik Soal Biasa, Namun Keutuhan Bangsa Diatas Segalanya

29
×

Babe Haikal : Bertarung Politik Soal Biasa, Namun Keutuhan Bangsa Diatas Segalanya

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Beragam reaksi muncul takkala Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati menginstruksikan Kepala Daerah dari PDIP untuk tidak mengikuti retret di Magelang yang merupakan agenda wajib setelah mereka dilantik di Istana Merdeka oleh Presiden Prabowo.

“Pak Prabowo senantiasa mengajarkan kepada kita semua tentang kebaikan di manapun berada. Beliau juga seorang yang sangat mencintai negara ini. Sosok Presiden yang mencintai rakyat dan negaranya,” ujar Babe Haikal kepada media saat ditanya komentarnya soal instruksi Megawati tersebut.

Babe Haikal kembali mengingatkan bahwa kegiatan Retret yang diselenggarakan di Magelang itu adalah program kenegaraan, bukan program kepartaian. Para Gubernur, bupati, Walikota itu kan dari hasil pilkada yang latar belakang politiknya beragam.

Menyinggung soal loyalitas kepada negara diatas kepentingan pribadi, golongan dan partai kembali Babe Haikal kembali mengingat saat dirinya menjadi aktivis dan jadi pendukung beratnya pak Prabowo pada Pilpres 2014, walau saat itu Prabowo tidak terpilih, tapi Babe tetap mendukung dan menghormati Jokowi yang menjadi presiden saat itu.

Hal itu juga terjadi pada Pilpres di 2019, saat Babe beserta yang lainnya juga turut mengkampanyekan dimana-mana : #2019 Ganti Presiden. Ternyata yang terpilih kembali adalah Presiden Jokowi tetap Babe dan para aktivis lainnya mendukung Presiden terpilih Jokowi, bukan pak Prabowo yang didukungnya saat itu.

“Jadi inilah yg diajarkan pak Prabowo kepada kita semua. Bertarung politik itu adalah soal biasa, namun keutuhan dan kehormatan bangsa diatas segalanya,” tegasnya.

Masih menurut dirinya bahwa rakyat kita, saat memilih pemimpin daerah, berharap bahwa Kepala Daerah yang dipiilih, benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat, bukan lagi kepentingan segelintir orang.

“Loyalitas para kepala daerah adalah juga kepada keutuhan bangsa dan negara, buka ego sectoral dan ego partai. Mereka seharusnya terikat dengan peraturan negara, bukan peraturan partai,” tandas Babe lagi.

Para Kepala Daerah terpilih jangan pernah menjadi boneka partai, tapi jadilah pemimpin yang dipercaya rakyat untuk kepentingan rakyat itu sendiri serta bangsa dan negara.

Bung Karno pun menanggalkan PNI nya dan menjadi “Penyambung Lidah Rakyat”. Pun demikian Pak Harto pun menanggalkan GOLKAR nya dan menjadi Bapak Pembangunan Bangsa.

“Demikian pula pak Prabowo, setelah terpilih sangat jelas keberpihakannya kepada semua rakyat, demi rakyat, untuk rakyat sebagaimana yang beliau katakan di berbagai tempat dan kesempatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *