Jawa Tengah, panjimas – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Pusat Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Jawa Tengah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-22 tahun buku 2024, di salah satu Hotel di Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan ini mengangkat tema “Sinergi kemitraan dan Penguatan Ekonomi Persyarikatan” dibuka secara langsung oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Prof. Masrukhi.
Prof. Masrukhi menyampaikan, salah satu kekuatan Muhammadiyah terletak pada Jamaah, BTM sebagai Amal Usaha Muhammadiyah yang bergerak pada bidang ekonomi mampu memperkuat perannya, bersinergi dengan Amal Usaha Muhammadiyah lainnya untuk saling menguatkan dan menguntungkan.
“Hebatnya Muhammadiyah itu karena jamaahnya, organisasi yang dikelola secara baik hingga akar rumput. Jika KSPPS milik Muhammadiyah seperti BTM dapat lebih disinergikan lagi ke AUM baik sekolah maupun kampus menjadi nilai tambah bagi akreditasi kampus dan sekolah, sebagai sarana meningkatkan kesejahterakan warganya,” kata Prof. Masrukhi.
Sebagai Koperasi Sekunder, KSPPS Pusat BTM Jawa Tengah juga memiliki Lembaga likuiditas, Lembaga supervisi dan edukasi. Ketua pengurus puast KSPPS Pusat BTM Jawa Tengah Drs. Ahmad Sakhowi, M.E dalam laporannya menyampaikan, bahwa Koperasi Primer yang berada di bawah Pusat BTM Jawa Tengah ini telah menjalankan fungsi dengan baik, yakni Anggota primer BTM terhindar dari maslah likuiditas, karena adanya Pusat BTM menjadi sumber likuiditas.
Kemudian anggota primer BTM telah dikelola secara Amanah karena supervise dari pusat BTM dijalankan secara tepat, dan juga pusat BTM dengan fungsi lainnya yakni melakukan edukasi.
“Fungsi lainnya yakni melakukan edukasi, tidak hanya melakukan pelatihan kepada karyawan, tetapi akan dilakukan dan sudah dilakukan kepada pengurus, pengawas, dan dewan pengawas Syariah. Karena dasar pemilihan pengurus disuatu koperasi tidak berdasarkan kompetensi tetapi popularitas, maka Ketika menjalankan BTM dengan asset yang berlimpah, dapat terhindar dari hawa nafsu yang mengakibatkan BTM tersebut fraud,” ujar Sakhowi.
Sakhowi juga menyampaikan, tantangan yang perlu di hadapi saat ini kuantitas anggota primer yang masih minim. jumlah anggota primer KSPPS BTM Jawa Tengah, tidak sebanding dengan jumlah BTM. Sehingga diharapkan ada sinergi yang lebih kuat PDM yang belum memiliki BTM dapat tergerak untuk mendirikan atau mengkonversi Lembaga yang sudah ada menjadi BTM.
“Pada saat in jumlah anggota pusat btm telah mencapai 15, namun belum seluruh PDM memiliki BTM. melalui RAT ini mudah-mudahan PDM yang belum memiliki BTM dapat tergerak mendirikan ata mengkonversi Lembaga yang teah ada di daerahnya menjadi BTM,” kata Sakhowi.
Sementara itu, dalam sambutan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Desi Ariyani menyampaikan, berdasarkan penilaian biaya operasional yang telah dihitung, menyatakan bahwa KSPPS mendapatkan angka 73,99% dengan batas maksimal 80% yang artinya pengurus KSPPS Pusat BTM Jawa Tengah masih relative efisien dalam melakukan biaya operasional.
“Terkait laporan kinerja keuangan yang telah disampaikan, dengan berbagai macam penilaian salah satunya penilaian biaya operasional yang telah dihitung bahwa KSPPS Pusat BTM Jawa Tengah mendapatkan angka 73,99% dengan batas maksimal 80% masih relative efisien. Berdasarkan hasil pemeriksaan Kesehatan keuangan KSPPS di jawa tengah 95% boncos, yang artinya jumlah pendapatan operasional dengan biaya operasional sama,” kata Desi.
Desi menyebutkan, ada beberapa hal yang harus disesuaikan oleh koperasi berdasarkan regulasi dari Permenkop 8 tahun 2023, yang telah banyak mengalami perubahan regulasi yakni harus adanya Uji Kompetensi, pembatasan pembukaan kantor cabang, kantor cabang harus memiliki modal 500 juta. Dengan adanya regulasi-regulasi ini desi menegaskan agar koperasi dapat terkendali dan terhindar dari kegiatan-kegiatan menyimpang.
“Membatasi pembukaan kantor cabang, memang menjadi salah satu upaya pengendalian agar menghindari adanya koperasi yang menyimpang, Karena kita semua sudah berniat dalam berkegiatan ekonomi di Lembaga kita untuk menuntun kita ke surga,” ucap Desi
Desi juga berharap kinerja baik yang telah dilakukan oleh Pusat BTM Jawa Tengah ini dapat diikuti oleh anggota Primer yang ada di Jawa Tengah.
Sementara itu, Keynote speech yang disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PP Muhammadiyan Mukhaer Pakkanna menyebutkan, terkait sinergi kemitraan dan penguatan ekonomi persyarikatan.
Mukhaer mengatakan, dakwah Muhammadiyah tidak eksklusif, tetapi dakwah inklusif yang dapat mernagkul dan dakwah yang rahmatan lil alamin, menyentuh berbagais lapisan masyarakat.
BTM Sebagai Gerakan dakwah ekonomi persyarikatan setidaknya memiliki 3 pilar yakni tata moral, tata kelola dan tata sejahtera. 3 pilar ini sama yang dilakukan Rasulullah SAW untuk membangun masyarakat madinah atau madani.
Mukhaer mengatakan, pada BTM 3 Pilar inilah menjadi modal untuk membangun kekuatan ekonomi. Yakni Tata moral, tata kelola dan tata sejahtera.
“BTM Tata moral dengan melakukan Baitul Arqom sebagai wahana penguatan-penguatan akidah al silam kemuhammadiyahan, tata Kelola, BTM Harus memiliki kebijakan dan regulasi yang jelas, serta SOP yang tepat, dan tata sejahtera dengan symbol pasar sebagai kekuatan ekonomi,” kata Mukhaer.
Berangkat spektrum Gerakan sosial ekonomi , Mukhaer mengungkapkan, secara institusional Muhammadiyah memiliki potensi yang besar sebagai kekuatan ekonomi baru di Indonesia melalui pengembangan dan pendirian AUM berorientasi bisnis. Memajukan ekonomi warga, yaitu mendorong, membimbing dan memberdayakan ekonomi warga untuk tumbuh dan berkembang menjadi saudagar-saudagar besar.
Selain itu, juga memajukan ekonomi umat dan bangsa melalui sinergitas dengan semua kelompok umat dan bangsa dalam upaya membangun kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat dan bangsa.
“Jangan sampai Muhammadiyah maju tetapi ekonomi warganya compang camping, Muhammadiyah maju warganya sejahtera maka dari itu dengan penanaman entrepreneur, dan saudagar yang sudah di tercermin dari pendiri Muhammadiyah yakni KH. Ahmad Dahlan,” ujar Mukhaer













